PTM Terbatas di KBB Dikhawatirkan Jadi Klaster Baru, Ini Tanggapan Hengky Kurniawan

Pelaksanaan PTM terbatas di KBB masih mengundang kekhawatiran sejumlah pihak. Sebab, pelaksanaannya dikhawatirkan menjadi klaster baru.

PTM Terbatas di KBB Dikhawatirkan Jadi Klaster Baru, Ini Tanggapan Hengky Kurniawan

INILAHKORAN, Ngamprah - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih mengundang kekhawatiran sejumlah pihak. Sebab, pelaksanaannya dikhawatirkan menjadi klaster baru di KBB.

Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengatakan, jika melihat dari berbagai kesiapan yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) KBB dinilai cukup baik.

"Makanya kenapa kita minta PTM terbatas itu tidak buru-buru dibuka," kata Hengky Kurniawan, Kamis 23 September 2021.

Baca Juga: Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung: 1.677 Sekolah Diizinkan Gelar PTM Terbatas

Kendati demikian, pihaknya sengaja memundurkan jadwal pelaksanaan PTM terbatas lantaran menunggu seluruh infrastruktur yang dibutuhkan sudah siap dan memadai.

"Vaksinasinya juga sudah masif dilakukan dan kalau melihat tren positifnya, sebenarnya kita sudah turun," ujar Hengky Kurniawan.

Dia berharap, semua warga KBB dalam kondisi sehat. Sehingga, pada saat pelaksanaan PTM terbatas itu tidak ada klaster baru.

"Kalaupun ada, ya tentu kita akan berhentikan," ucapnya.

Baca Juga: Selama PTM Terbatas Kota Bandung, Sekda Sebut Belum Temukan Kasus Covid-19

Berdasarkan laporan dari Disdik, dari dokumentasi foto dan sebagainya, penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan cukup baik.

"Tapi kita lagi ujicoba, kita pastikan jarak dan kapasitas ruang kelas dibatasi sesuai aturan," kata Hengky Kurniawan.

Menurutnya, masyarakat harus mulai bisa beradaptasi dan berusaha dengan Covid-19.

Baca Juga: Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Sementara itu, Kepala Disdik KBB Asep Dendih mengatakan dari awal terjadinya pandemi hingga saat ini tidak ditemukan adanya klaster sekolah.

"Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada klaster baru," ujarnya.

Dia menyebut, pihaknya berkomitmen untuk mengedepankan keselamatan siswa dalam pelaksanaan PTM. Sehingga, kata dia, pengawasan terhadap sekolah bakal diperketat.

Baca Juga: DPRD Jabar Bersyukur Sekolah Bisa Gelar PTM dengan Prokes Covid-19 Ketat

Menurutnya, jika di kemudian hari ditemukan kasus baru atau pelanggaran prokes maka pemerintah tak segan memberhentikan PTM terbatas.

"Kita akan lakukan evaluasi tiap Minggu. Kami juga ada pengawas pembina, dari puskesmas, dan aparat kemanan yang memantau. Apabila ada pelanggaran kita hentikan," tandasnya. (agus satia negara)


Editor : inilahkoran