• Selasa, 5 Juli 2022

Harga Jual Anjlok, Pedagang Pasar di KBB waswas Telur Dagangan Mereka Busuk

- Jumat, 24 September 2021 | 09:52 WIB
Harga telur anjlok dan menyebabkan para pedagang di Pasar KBB khawatir. (Agus SN)
Harga telur anjlok dan menyebabkan para pedagang di Pasar KBB khawatir. (Agus SN)
INILAH, Ngamprah - Para pedagang sejumlah pasar di Kabupaten Bandung Barat kembali mengeluh lantaran harga telur yang anjlok dalam beberapa pekan terakhir.
 
Berdasarkan hasil pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Bandung Barat di 7 tiga pasar yaitu Pasar Tagog Padalarang, Pasar Curug Agung, Pasar Cisarua, Pasar Panorama Lembang, Pasar Cililin, Pasar Batujajar dan Pasar Sindangkerta harga telur cenderung terus menurun sejak beberapa pekan terakhir. 
 
Sebelumnya, harga telur sempat menyentuh angka tertinggi Rp25 ribu per kilogram, namun harga telur di KBB kini merosot ke angka Rp18 ribu per kilogram. 
 
 
"Puncaknya hari ini berada di angka Rp18 ribu per kilogram. Sudah seminggu lalu terus turun," kata Dedi (45), salah satu pedagang telur di Pasar Curug Agung, Jumat 24 September 2021. 
 
Dedi menjelaskan, penyebab turunnya harga telur lantaran menumpuknya stok, sementara untuk permintaannya sendiri mengalami penurunan.
 
Sebagai pedagang, Dedi mengaku tak masalah dengan turunnya harga telur. Kendati demikian, dengan turunnya permintaan tentunya sangat berpengaruh terhadap pendapatan.
 
"Gak masalah kalau harga turun. Yang masalah permintaan ikut turun juga, sedangkan stok telur banyak. Saya khawatir nanti gak ada yang beli jadi busuk," jelasnya.
 
Menurutnya, penurunan permintaan telur saat ini diduga karena PPKM dan banyaknya bansos yang memakai komoditi telur. Sehingga pembelian ke pasar jadi turun lantaran sudah ada stok.
 
 
"Di hari biasa saya bisa jual 30 Kg per hari, sekarang 15 Kg saja sulit. Paling langganan untuk buat martabak," tuturnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat, Ricky Riyadi mengatakan, soal penurunan komoditi telur ini tak perlu dipermasalahkan. Justru dengan turunnya harga akan sangat membantu masyarakat.
 
Menurutnya, penurunan harga telur ini disebabkan lancarnya distribusi telur yang semula terhambat lantaran kebijakan PPKM. 
 
"Bagus kalau sekarang turun. Semoga tetap di angka ini. Mungkin karena distribusi lancar karena pelonggaran PPKM, jadi stoknya banyak," tandasnya.***(agus satia negara) 
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X