• Minggu, 24 Oktober 2021

Didi Turmudzi: Gedung Baru Wujud Karakter Pantang Menyerah Paguyuban Pasundan

- Senin, 27 September 2021 | 15:21 WIB
 (okky adiana)
(okky adiana)

INILAHKORAN, Bandung - SMA Pasundan 7 Kota Bandung membangun gedung baru sebagai ciri khas akan tanah Pasundan, sehingga generasi muda tetap mengenal jati diri sebagai bagian dari Jawa Barat.

Ketua Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi mengatakan, pembangunan ini merupakan simbolisme dalam membangun kembali kejayaan Pasundan masa lalu. Sehingga, nanti bangunan-bangunan Pasundan kedepan itu punya warna dan ciri khas tersendiri, yang juga akan diikuti dengan keseriusan dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) dilingkungan Paguyuban Pasundan.

"Karena kalau dilihat dari kesejarahan, 1922 itu lahir lembaga Pasundan, dan sampai saat ini artinya sudah 90 sekian tahun berdiri, oleh karena itu saat itu refleksi terhadap pengembangan dan pengelolaan Pasundan kedepan," ujar Didi Turmudzi, saat meresmikan Gedung Pasundan 7 Bandung, Jalan Kebon Jati, Senin 27 September 2021.

Dia mengungkapkan, ke depan banyak yang harus dilakukan terutama terkait masalah kurikulum. Kenapa demikian harus ada perubahan, karena betapa pentingnya saat ini ketika persaingan itu ketat dan jahat, jangan-jangan nanti anak-anak Pasundan atau warga Sunda hanya tinggal ada cerita atau sejarah.

"Oleh karena itu, betapa pentingnya membangun karakter pantang menyerah, karakter pemberani, bertanggung jawab, dan adaptasi dan berkomunikasi unggul, maka itulah salah satu bisa mengarungi hidup yang lebih susah dimasa yang akan datang," ucapnya.

Terkait pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, kata Didi Turmudzi mengatakan, bahwa sekolah Pasundan sudah dilaksanakan PTM terbatas dari 8 September 2021. Pihak sekolah harus berhati-hati dalam melaksanakan PTM terbatas ini dan sesuai anjuran dari Kemenristek.

"Tapi juga dalam pelaksanaannya itu tidak semuanya, bertahap, tergantung kondisi persiapan dari sekolah-sekolah yang ada di tiap-tiap daerah," katanya.

Didi Turmudzi menyebutkan, ada 25 persen sekolah Pasundan melaksanakan PTM terbatas. Karena, harus ada persiapan seperti ditingkat SD dan SMP itu kan jauh lebih susah, dibandingkan anak-anak yang lainnya.

"Oleh karena itu kami tidak terlalu tergesa-gesa terlebih ada opini gelombang ke tiga yang memang harus di waspadai," ucapnya.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Teras Cihampelas Akan Diaktifkan Kembali

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:15 WIB

Kota Bandung Pastikan Beri Bonus Bagi Atlet PON Papua

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:30 WIB

Bupati kukuhkan Forum Bogor Sehat periode 2021-2026

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:45 WIB
X