Tak Ingin Jadi Klaster Sekolah, Kemenag KBB Hati-hati Saat Gelar PTM Terbatas

Kemenag Kabupaten Bandung Barat bakal lebih hati-hati melakukan pembelajaran tatap muka terbatas di semua jenjang.

Tak Ingin Jadi Klaster Sekolah, Kemenag KBB Hati-hati Saat Gelar PTM Terbatas
Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Kabupaten Bandung Barat (KBB).

INILAHKORAN, Ngamprah - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal lebih hati-hati saat melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di semua jenjang pendidikan yang ada di bawah naungan Kemenag KBB.

Hal tersebut dilakukan mengingat belum semua sekolah melaksanakan uji coba PTM terbatas lantaran kesiapan yang belum matang, termasuk verifikasi dari tim Satgas Covid-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ahmad Sanukri mengatakan, secara regulasi perizinan, Bandung Barat sudah diperbolehkan menggelar PTM maka baik sekolah RA, MI, MTs, dan MA sudah melakukan uji coba sejak Senin (20/9)

Baca Juga: Dosen Unpas Ini Ikut Nimbrung soal PTM Terbatas, Apa Katanya?

"PTM terbatas sudah dilakukan di beberapa sekolah sejak pekan lalu (20/9). Namun tidak serentak, karena kami sangat hati-hati agar tidak sampai muncul klaster baru dari lingkungan sekolah," katanya, Senin 27 September 2021.

Ia menjelaskan, pelaksanaan PTM terbatas harus dilakukan dengan persiapan yang matang dan ada syarat yang harus ditempuh, seperti ada rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten, persetujuan wali murid, dan rekomendasi dari pihak-pihak terkait.

Halaman :


Editor : inilahkoran