• Sabtu, 22 Januari 2022

Kemenkes: 40 Persen Kasus Thalasemia di Indonesia Ada di Jabar

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 17:05 WIB
 (yogo triastopo)
(yogo triastopo)

INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 40 persen kasus penyakit thalasemia di negeri ini terjadi di Jawa Barat. Untuk itu, pemerintahan daerah dapat melakukan deteksi dini kepada masyarakat untuk menyikapi penyakit kelainan darah ini.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Cut Putri Arianie mengatakan, deteksi dini khususnya dilakukan kepada masyarakat yang sudah masuk usia dewasa dan belum menikah.

"Memang agak berbeda dengan penyakit lain. Ini dengan mencegah perkawinan sesama pembawa sifat. Jadi kita mencegah sesama pembawa sifat menikah," ujar Cut Putri di Kota Bandung, Selasa 5 Oktober 2021.

Baca Juga: Forum Bandung Sehat Dukung Uji Coba Deteksi Dini Thalasemia

Dalam sejumlah literatur, menurut dia, disebutkan saudara kandung pengidap thalasemia dimungkinkan menjadi pembawa sifat penyakit tersebut. Karena itu, pengecekan kepada calon istri dan suami dapat dilakukan untuk meminimalisir mendapatkan keturunan dengan thalasemia.

Namun, jika memang tidak ingin melakukan deteksi dini maka kemungkinan besar anak yang dilahirkan dari pasangan tersebut menjadi pengidap thalasemia.

"Saat menjadi thalasemia maka anak itu akan membutuhkan transfusi darah sepanjang hidup," kata Putri.

Baca Juga: Cegah Thalasemia, Kota Bandung Uji Coba Deteksi Dini di Puskesmas

Selain harus mendapat transfusi ini, yang dikhawatirkan adalah sisi sikologis anak dan keluarga tersebut. Makanya, pencegahan penyebaran penyakit ini harus dilakukan.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polrestabes Bandung Gencarkan Penyemprotan Anti DBD

Sabtu, 22 Januari 2022 | 18:49 WIB

Dinsos Kota Bandung Akui Sulit Vaksinasi Anjal

Sabtu, 22 Januari 2022 | 13:47 WIB

Warga Lembang Dihebohkan Dengan Penemuan Mortir

Jumat, 21 Januari 2022 | 21:50 WIB
X