• Minggu, 22 Mei 2022

Terlibat Peluncuran CLSI, GIZ Indonesia Dukung UNPAR Mendirikan Pusat Studi Diaspora

- Senin, 11 Oktober 2021 | 22:03 WIB
UNPAR memfasilitasi penyelenggaraan Dialog Multipihak guna membahas berbagai isu diaspora yang digelar secara hybrid, 7- 8 Oktober 2021 (Rianto Nurdiansyah)
UNPAR memfasilitasi penyelenggaraan Dialog Multipihak guna membahas berbagai isu diaspora yang digelar secara hybrid, 7- 8 Oktober 2021 (Rianto Nurdiansyah)

 

INILAHKORAN, Bandung,- GIZ Indonesia mendukung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mendirikan Pusat Studi Diaspora di lingkungan kampus.

Dukungan tersebut ditandai dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerjasama antara Unpar dan GIZ Indonesia, yang salah satu poinnya berisi terkait dukungan tersebut.

Disamping itu, Unpar juga tercatat sebagai salah satu lembaga yang terlibat dalam peluncuran Platform Multi Stakeholder Collective Leadership Specialist Indonesia (CLSI) yang memfasilitasi keterlibatan diaspora dalam visi Indonesia 2030.

Terbentuknya platform itu merupakan langkah konkret dari bertemunya para pegiat isu diaspora Indonesia dari berbagai kalangan, seperti perwakilan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (KSP), UNPAR, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Indonesian Diaspora Network Global (IDN-G), Diaspora Connect, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Prakarsa, dan GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit) Indonesia.

Platform itu merupakan hasil dari pelatihan kepemimpinan selama 6 bulan yang didukung oleh Program Migrasi & Diaspora GIZ Indonesia, mengenai tata kelola migrasi serta isu-isu diaspora oleh Collective Leadership Institute (CLI) yang berbasis di Jerman.

Sebelumnya, pada 7-8 Oktober 2021 Dialog Multipihak telah berlangsung secara hybrid. Di sesi pertama, turut hadir sejumlah perwakilan dari kalangan pemerintahan seperti Kementerian Luar Negeri (Kemlu), KSP, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta Kementerian Dalam Negeri.

Di sesi kedua, beberapa aktor kunci yang diundang diantaranya adalah: Penasihat Khusus Menteri Luar Negeri Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat di Luar Negeri Siti N. Mauludiah; Ketua Dewan Pembina IDN-G Dr. Dino Patti Djalal; Laksdya TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos, S.H, M.H, M.Tr selaku Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (WANTANAS); Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Padjajaran Prof. Susi Dwi Hariyanti; serta Dr. Muhammad Aziz selaku Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4).

“UNPAR menjadi salah satu lembaga yang terlibat dalam platform multipihak tersebut. Sejak awal digagasnya kegiatan ini, UNPAR berinisiatif untuk berperan sebagai host kegiatan dengan didukung oleh Program Migration and Diaspora (PMD), lembaga pembangunan Pemerintah Jerman untuk Kerja Sama Pembangunan Internasional atau GIZ Indonesia,” tutur Anggia Valerisha selaku Wakil Ketua Pelaksana Dialog Multipihak sekaligus dosen Hubungan Internasional (HI) UNPAR, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 11 Oktober 2021.

Halaman:

Editor: Ghiok Riswoto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baznas Kota Bandung Raih Tiga Kali WTP

Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:30 WIB

Kota Bandung Deklarasikan Sebagai Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 16:15 WIB

KEREN, Pemkot Bandung Berhasil Quattrick WTP

Jumat, 20 Mei 2022 | 20:20 WIB

Uji Coba Flyover Kopo, Kapan Resmi Beroperasi?

Jumat, 20 Mei 2022 | 19:04 WIB
X