• Kamis, 28 Oktober 2021

Buntut Getok Tarif Parkir Rp150 Ribu, 156 Jukir di KBB Dapat Pembinaan On The Spot

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:46 WIB
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus melakukan pembinaan terhadap ratusan juru parkir (jukir) yang terdata secara resmi di Dishub Bandung Barat. (Agus Satia Nagara)
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus melakukan pembinaan terhadap ratusan juru parkir (jukir) yang terdata secara resmi di Dishub Bandung Barat. (Agus Satia Nagara)
Ngamprah - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus melakukan pembinaan terhadap ratusan juru parkir (jukir) yang terdata secara resmi di Dishub Bandung Barat.
 
Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan wawasan dan pelayanan jukir kepada masyarakat, khususnya sebagai pengguna kendaraan di lokasi-lokasi parkir resmi di kawasan perdagangan dan wisata, baik secara on street maupun off street parking.
 
Seperti diketahui, belum lama ini beredar video aksi getok parkir oknum warga terhadap pengunjung di kawasan wisata Lembang.
 
Baca Juga: Getok Tarif Parkir Rp150 Ribu di Lembang, Kadisparbud Jabar Ungkap Peristiwa Serupa di Jabar Selatan

Kepala Bidang Teknik dan Prasarana, Dishub KBB, Vega Prihambodo mengatakan, selain sebagai upaya untuk memberikan edukasi, intensif pembinaan tersebut juga dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

"Upaya pembinaan terus kita lakukan secara intens, jika sebelum COVID-19 biasanya kita kumpulkan. Namun semenjak pandemi, kita yang jemput bola datang secara on the spot ke para jukir," katanya, Kamis 14 Oktober 2021.

Ia menyebut, sebanyak 156 jukir secara resmi telah terdata di KBB dan tersebar di 16 kecamatan.
 
Menurutnya, para jukir ini merupakan refresentasi resmi petugas di lapangan karena dilengkapi dengan rompi yang dikeluarkan Dishub, surat tugas, kartu anggota, dan tiket parkir.
 
Baca Juga: Oknum Warga Getok Tarif Parkir Rp150 Ribu, Kadisparbud Jabar Waswas Objek Wisata Sepi Kunjungan

"Peran mereka itu bukan hanya mengatur kendaraan saat parkir. Tapi dari saat pengguna kendaraan datang hingga pergi harus diatur," sebutnya.

Selain itu, sambung dia, mengingat fungsi dan peran jukir juga mengatur kendaraan saat keluar dari tempat parkir dan akan kembali masuk ke jalan agar tidak menghalangi kendaraan lainnya.

"Kepada seluruh jukir resmi yang terdata di Dishub, kami selalu tekankan untuk melayani dengan baik sopan dan ramah. Sebab jika perilakunya tidak baik nantinya ada evaluasi berkala," ucapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, mengacu kepada Peraturan Bupati Bandung Barat Nomor 77 tahun 2014 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Dibidang Perhubungan. Tarif parkir di tepi jalan umum atau bahu jalan (on street parking) untuk motor Rp1.000, mobil Rp2.000, mobil box atau truk Rp3.000, bus besar Rp3.500, dan truk kontainer Rp5.000.

"Hanya saja potensi retribusi parkir yang masuk ke Dishub semakin berkurang. Karena seperti untuk pasar modern atau parkir-parkir di pasar dan tempat-tempat wisata itu masuknya ke pajak," terangnya.
 
Baca Juga: Tak Pernah Dapat Perlindungan dari Pemda, Ratusan Buruh di KBB Gelar Unjuk Rasa

Ia mengaku, Dishub saat ini hanya mengandalkan retribusi dari on street parking, yang potensinya ada di daerah Lembang dan Padalarang.

"Zona parkir kita terbagi enam, yakni Lembang, Parongpong, Batujajar, Padalarang, Cikalongwetan, dan Cililin, hanya selama COVID-19 retribusi parkir turun drastis karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat. Oleh karenanya, dari target retribusi parkir tahun ini Rp594.836.350, hingga 30 September baru tercapai 35,7 persen," tukasnya.***(agus satia negara)
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Foto: Pembuatan Mural di Bawah Jembatan Pasupati

Rabu, 27 Oktober 2021 | 16:53 WIB

Foto: Rencana Wajib Tes PCR di Semua Moda Transportasi

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:46 WIB
X