• Kamis, 28 Oktober 2021

GAWAT, Diskar PB Sebut Ada Belasan Kecamatan di Kota Bandung Berpotensi Tinggi Terdampak Bencana Gempa

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:56 WIB
Kepala Seksi Mitigasi Bencana Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Amires Pahala  menyebutkan ada 19 kecamatan di Kota Bandung berpotensi gempa. (Yogo Triastopo)
Kepala Seksi Mitigasi Bencana Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Amires Pahala menyebutkan ada 19 kecamatan di Kota Bandung berpotensi gempa. (Yogo Triastopo)

INILAHKORAN, Bandung,- Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) mencatat ada 19 kecamatan di Kota Bandung berpotensi tinggi terdampak gempa.

Diskar PB menyebutkan hasil kajian awal menyebutkan ada 19 kecamatan di Kota Bandung berpotensi tinggi terdampak gempa.

Terkait potensi tinggi ancaman gempa tersebut, Diskar PB Kota Bandung saat ini mengaku tengah melakukan berbagai upaya sebagai antisipasi risiko bencana.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Amires Pahala mengatakan, ada 19 kecamatan yang berpotensi tinggi terdampak bencana gempa.

"Kajian awal ada 19 kecamatan potensi tinggi bencana gempa, sisanya sedang. Namun kita sedang menyusun peta resiko bencana yang diperkirakan akan selesai waktu dekat ini," kata Amires di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Kamis 14 Oktober 2021.

Dijelaskan dia, ke-19 kecamatan tersebut berpotensi tinggi terdampak bencana gempa dari jalur Sesar Lembang. Karenanya, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan memahami tentang mitigasi bencana.

"Kawasan risiko bencana dalam proses, mau tinggi atau sedang kita tetap harus waspada," ucapnya.

Terkait belasan kecamatan tersebut, Amires enggan menjelaskan lebih lanjut nama-nama kecamatan sebab dikhawatirkan akan membuat panik masyarakat. Diharapkan, kesadaran masyarakat terhadap bencana lebih tinggi.

"Semua bencana akan merusak. Yang kita harapkan walaupun tinggi, tapi tingkat kesadaran tinggi, sehingga tingkat kerentanan rendah," ujar dia.

Sementara itu, Kasi Tanggap Darurat dan Logistik Penanggulangan Bencana Diskar PB Kota Bandung, Roby Darwan mencatat, ada 10 peristiwa bencana seperti banjir, pohon tumbang, kanopi roboh, longsor maupun kirmir roboh sepanjang Januari hingga Oktober.

"Alhamdulillah kejadian kebakaran dua tahun terakhir berkurang, karena dua tahun sekarang kebanyakan masyarakat diam di rumah. Salah satu faktor penyebab kebakaran yaitu kelalaian manusia. Bencana kebakaran sebanyak 146 kejadian dan penyelamatan sebanyak 444," kata Roby.

Sambung dia, beberapa daerah rawan longsor di Kota Bandung diantaranya berada di kawasan Cidadap, Mandalajati, Coblong. Sedangkan bencana banjir, berada di titik lokasi Rancasari, Gedebage, Panyileukan dan sekitar wilayah perkotaan.

"Sementara untuk rawan longsor di Kota Bandung, diantaranya di kawasan Cidadap, Mandalajati, Coblong. Sedangkan banjir ada di beberapa titik seperti di kawasan Rancasari, Gedebage, Panyileukan dan di sekitar wilayah perkotaan," ucapnya. *** (Yogo Triastopo)

Editor: Ghiok Riswoto

Sumber: humas bandung

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tingkatkan Budaya Membaca Lewat Jambore VIII

Selasa, 26 Oktober 2021 | 13:46 WIB

Kota Bandung Pastikan Beri Bonus Bagi Atlet PON Papua

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:30 WIB

Resmi, DLHK Tangani Sampah di Kota Bandung

Jumat, 15 Oktober 2021 | 09:17 WIB

Ini Syarat Transgender di Kota Bandung Bisa Miliki KTP

Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:17 WIB
X