• Kamis, 28 Oktober 2021

Masa Pandemi, Nilai Siswa-siswi SMAN 3 Bandung Tetap Stabil

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 19:30 WIB
SMAN 3 Bandung (Okky Adiana)
SMAN 3 Bandung (Okky Adiana)

INILAHKORAN, Bandung - Kondisi pandemi Covid-19 rupanya tidak mempengaruhi terhadap proses belajar mengajar siswa SMAN 3 Kota Bandung. Pasalnya, hasil nilai siswa SMAN 3 Bandung tidak jauh berbeda dengan kondisi normal di masa pandemi ini.

"Soal nilai siswa dan lain-lain, sama seperti dengan kondisi normal. Karena kami memperlakulan mereka dengan layak di masa pandemi ini, dan yang membedakan adalah, pada proses belajar mengajar saja," ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 3 Kota Bandung Ida Rohayani, saat temui di ruang kerjanya, SMAN 3 Bandung, Kamis 14 Oktober 2021.

Menurut Ida Rohayani, di masa pandemi ini, proses belajar mengajar dilakukan secara online, sementara dengan kondisi normal, dilakukan dengan tatap muka bersama siswa-siswi. Jadi yang membedakan hanya perlakukan saja.

Baca Juga: Siap Laksanakan PTM Terbatas, 98 Persen Siswa-siswi SMAN 15 Bandung Sudah Divaksin

Meski begitu, ada beberapa hal yang menjadi perhatian pihaknya di masa pandemi ini. Seperti, psikologis siswa, ketika mereka terkendala oleh teknis dan lain-lain, itu menjadi perhatian sekolah.

"Ada beberapa hal penilaian siswa yang dikecualikan di masa pandemi ini. Tentunya pemberian nilai terhadap siswa tidak bisa sama persis dengan kondisi normal. Artinya, kami memberikan penilaian itu disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku," tuturnya.

Lebih jauh Ida Rohayani menjelaskan, setiap sekolah diberikan kebebasan untuk memilih jenis kurikulum di masa pandemi ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI kata dia, membuat kebijakan tiga jenis kurikulum untuk diterapkan setiap sekolah. Pertama, kurikulum ke-13.

Baca Juga: Mantap, SMAN 18 Kota Bandung Deklarasikan Sekolah Anti Perundungan

"Kurikulum ke-13 ini mengacu pada PP No. 37 Tahun 2018. Di mana pembelajaran dilakukan secara utuh, seperti dengan kondisi normal," ucapnya.

Sementara kurikulum kedua, berupa kurikulum khusus yang diterapkan oleh sekolah. Jenis kurikulum ini berupa penyederhanaan kurikulum esensial yang disesuaikan dengan mata pelajaran siswa.

Ketiga, berupa kurikulum mandiri. Di mana, kurikulum ini merupakan gabungan dari kurikulum ke-13 dengan kurikulum penyederhanaan. 

Baca Juga: 30 Siswa-siswi SMAN 18 Bandung Jadi Agen Pencegahan Perundungan

"Jadi sekolah boleh memilih tiga jenis kurikulum itu. Kebetulan kami menggunakan kurikulum kombinasi. Karena ada beberapa mata pelajaran yang masih menggunakan kurikulum 13, ada juga yang penyederhanaan," ucap Ida.

Dia menambahkan, pihaknya menerapkan kurikulum gabungan itu dengan mempertimbangkan mata pelajaran yang dianggap esensial.

Sedangkan kurikulum penyederhanaan yang diterapkan SMAN 3 Kota Bandung menyangkut mata pelajaran umum seperti IPS, PPKN dan lain sebagainya. 

Baca Juga: Sekitar 80 Persen Siswa-siswi SMAN 5 Bandung sudah Divaksin Tahap Kedua

"Di SMAN 3 Bandung ini ada ciri khas mata pelajaran yang tidak bisa ditinggalkan, seperti penjurusan dan lain-lain. Kalau tidak diajarkan, kasihan siswa," pungkasnya. (okky adiana)

 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Foto: Pembuatan Mural di Bawah Jembatan Pasupati

Rabu, 27 Oktober 2021 | 16:53 WIB

Foto: Rencana Wajib Tes PCR di Semua Moda Transportasi

Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:46 WIB
X