• Selasa, 30 November 2021

Transisi PJJ menuju PTMT, apakabar mereka yang di desa?

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 18:45 WIB
Potret Anak-anak Desa di dua lokasi Penyintas Bencana Alam Badai Seroja yaitu Adonara dan Lembata, ketika dikunjungi oleh Relawan Pemuda Peduli (10/05/2021).
Potret Anak-anak Desa di dua lokasi Penyintas Bencana Alam Badai Seroja yaitu Adonara dan Lembata, ketika dikunjungi oleh Relawan Pemuda Peduli (10/05/2021).

INILAHKORAN, Bandung-Pembelajaran Jarak Jauh sampai saat ini masih terus dilakukan guna membantu terjaganya keberlangsungan Kegiatan Belajar Mengajar. Perubahan secara signifikan terlihat dari wajah Pendidikan Indonesia, mulai dari sistem belajar mengajar, seleksi masuk, bahkan wisuda yang dilaksanakan secara daring seiring dengan penyebaran virus yang masih bergulir.

Baru-baru ini, PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas) Diluncurkan selaras dengan menurunnya penyebaran virus pandemic di berbagai daerah Indonesia.Adanya PTMT yang digagas oleh pemerintah diharapkan dapat menumbuhkan kembali empati dan rasa sosial siswa, mengingat minimnya interaksi sosial antara siswa belakangan ini akibat diadakannya PJJ.

Namun jika menilas balik dengan apa yang terjadi hingga kini, apa dampak yang timbul bagi siswa?. Dilaksanakannya PJJ membuat interaksi siswa dengan lingkungan sosialnya menjadi minim. Dilansir RepublikaNetizen, Belajar di rumah tanpa bertemu dengan teman sekelas dan para guru akan berpotensi meningkatkan egoisme anak.

Baca Juga: Disdik Kota Bogor rencana uji coba PTM SD pada pekan ketiga Oktober

Secara psikologis anak akan berupaya mementingkan diri sendiri dan secara tidak langsung rasa simpati dan empati anak perlahan pudar. Karena PJJ belum mampu menggantikan lingkungan sekolah dalam menempa anak dalam mengasah, mengasuh, dan mengasih sebagai rantai penggerak sosial dan kebudayaan yang berkarakter.

Adanya perpindahan yang signifikan dari berbagai segi yang ada di dalam sektor Pendidikan membuat Pendidikan Indonesia masih jauh dari kata berkembangnya. Selain kebutuhan edukasi materi, sebenarnya apa saja yang dibutuhkan siswa sekolah saat ini?.

Kebutuhan akan interaksi sosial baik secara asosiatif maupun disosiatif menjadi masalah lain yang muncul dengan kondisi pembelajaran saat ini. Lagi, kita bisa menyoroti minimnya interaksi sosial akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar ditambah lagi Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang diadakan guna meminimalisir penyebaran virus yang ada.

Baca Juga: DPRD Jabar Sebut Vaksinasi Sebagai Penunjang Terselenggaranya PTM

Tak hanya di perkotaan, mereka yang berada di daerah pun mengalami masa transisi Kegiatan Belajar Mengajar. Mengambil sudut pandang Pemuda Peduli, Di masa transisi dari PJJ menuju PTMT belakangan ini, Kegiatan Belajar Mengajar di Desa yang sempat lumpuh akibat Pembatasan Sosial yang dilakukan perlahan mulai berjalan.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Foto: Aliansi Buruh Jabar Tuntut Kenaikan UMK 2022

Selasa, 30 November 2021 | 18:39 WIB

Kejari Bandung Musnahkan Puluhan Kilogram Narkotika

Senin, 29 November 2021 | 16:00 WIB

Imbas Long March Buruh, Gerbang Tol Pasteur Ditutup

Senin, 29 November 2021 | 15:34 WIB
X