Menjaga Nilai Toleransi Masyarakat Indonesia Dibutuhkan Peran Agama, Sains, dan Filsafat

Dalam ruang lingkup keanekaragaman suku dan budaya pada suatu negara, persatuan menjadi hal yang penting untuk mencegah perpecahan.

Menjaga Nilai Toleransi Masyarakat Indonesia Dibutuhkan Peran Agama, Sains, dan Filsafat

INILAHKORAN, Bandung - Dalam ruang lingkup keanekaragaman suku dan budaya pada suatu negara, persatuan menjadi hal yang penting untuk mencegah perpecahan. Salah satu upaya untuk mencapai persatuan adalah dengan membudayakan sikap toleransi.

Dalam membudayakan toleransi pada masyarakat, dibutuhkan banyak pendekatan agar sikap toleransi dapat terinternalisasi dengan baik. Beberapa subjek besar seperti agama, sains, dan filsafat menjadi modal potensial dalam menginternalisasi sikap toleranis.

Gagasan inilah yang disampaikan oleh Dosen Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyakara pada Studium Generale Kuliah Umum KU-4078 Institut Teknologi Bandung (ITB) Budhy Munawar Rachman.

Baca Juga: ITB VINUS dan Rudy Susmanto: Pengembangan SDM merupakan Investasi Penting Kabupaten Bogor

Budhy Munawar Rachman menjelaskan, luas dan besarnya Indonesia yang juga diwarnai oleh keanekaragaman suku dan budaya. Keanekaragaman tersebut tentu mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia.

Salah satu potensi warna yang diciptakan dari keanekaragaman adalah potensi untuk menciptakan beragam konflik. Indonesia pun mengalami hal serupa berupa maraknya konflik di berbagi macam daerah. Namun, yang menarik adalah masyarakat selalu setia dan bertahan dengan cita-cita besarnya, yaitu persatuan.

Halaman :


Editor : inilahkoran