• Kamis, 7 Juli 2022

Miris! Puluhan Heritage di Cimahi Jarang Terekspos, Aktivis Heritage: Festival Film Bisa Jadi Wadahnya

- Senin, 18 Oktober 2021 | 18:00 WIB
istimewa
istimewa

INILAHKORAN, Cimahi- Tak banyak yang tahu di Kota Cimahi terdapat puluhan bangunan heritage yang memiliki nilai sejarah berharga. Hal tersebut terjadi lantaran masih kurangnya kepedulian dan kecintaan generasi milenial terhadap sejarah yang ada di Cimahi.

Ada berbagai bangunan bersejarah (heritage) seperti Rumah Potong Hewan (RPH), Masjid Baiturohman (Usman Domiri), Pos Penjagaan Loji (Perpustakaan A.H Nasution), Biskop Rio, Stasion Cimahi, Gedung Sudirman (The Historic), Penjara Poncol, Gereja Santo Ignatius, Rumah Sakit Dustira dan Kolam Renang Berglust.

Selanjutnya ada pula Masjid Agung Cimahi, Makam Kerkhof (Ereveld), Taman Kartini, Pesawat Dakota, Menara Pusdikjas, Aula Kodim, Makam Mbah Cikur, Makam Santiong, Tower Air PJKA, Rumah Tinggal di Baros dan Gedung Anom.

Baca Juga: Terkuak! Makna Dibalik Kata Cimahi dan Kearifan Lokal yang Hilang di Dalamnya


Aktivis Heritage Kota Cimahi, Edi Juharna mengatakan, sebenarnya minat kaum milenial dari tahun ke tahun terhadap sejarah heritage cukup mengalami peningkatan.

Menurutnya, dari setiap kegiatan yang digelar, banyak anak-anak muda baru yang datang dan bergabung dalam kegiatan seperti 'Jelajah Bangunan Tua di Cimahi' ataupun di acara diskusi santai di komunitas heritage.

"Mereka selalu antusias hadir. Bahkan, terakhir kali kami mengadakan kegiatan 'Ngampar Samak' dalam rangka 125 Tahun Garnisun Cimahi, itu pesertanya luar biasa membludak," katanya belum lama ini.

Baca Juga: Kirab Budaya Ngarak Cai dan Ngalokat Cai Cimahi, Bukti Nyata DKKC Peduli Pencemaran dan Kelangkaan Air

Ia menyebut, hal itu menjadi suatu kebahagiaan bagi komunitas heritage Cimahi, lantaran rata-rata para pegiat heritage ini awalnya banyak dari kaum tua.

"Jadi sekarang anak-anak muda mulai ada ketertarikan terhadap sejarah di Cimahi dan ini menjadi kebahagiaan buat saya pribadi khususnya," sebutnya.

Ia menjelaskan, untuk menarik atau menumbuhkan ketertarikan dan rasa cinta terhadap sejarah di Cimahi, kegiatan seperti Festival Film Dokumenter  Heritage Kota CImahi bisa menjadi wadah untuk memantik rasa cinta kaum milenial terhadap sejarah yang ada di Kota Cimahi, terutama mengenai bangunan-bangunan heritage yang ada di Cimahi agar bisa dikenal khalayak luas.

Baca Juga: Polres Cimahi Berhasil Amankan Narkotika Jenis Tembakau Sintetis di Cihampelas

"Melalui kegiatan Festival Film Dokumenter Heritage di Cimahi ini, mudah-mudahan masyarakat teredukasi. Jadi lebih tahu tentang berbagai hal yang ada di Cimahi, terlebih soal sejarah," jelasnya.

Seperti diketahui, Cimahi ini tidak memiliki sisi jual baik dari wisata alam atau wisata lainnya, melainkan hanya memiliki bangunan-bangunan heritage yang bisa dijadikan wisata sejarah bagi masyarakat.

Sementara itu, Pengamat Film Nasional, Yoyo C. Durachman mengatakan, sejauh ini perkembangan film di Kota Cimahi belum muncul ke permukaan.

Baca Juga: Status PPKM Kota Cimahi Level 2, Ngatiyana Perbolehkan Beberapa Aktivitas Ini

Menurutnya, para sineas dari Cimahi ini menghasilkan film yang sifatnya pribadi namun belum diekspos di media yang berkaitan dengan hal itu.

Kendati demikian, lanjut dia, berdasarkan pengamatannya banyak para pelaku-pelaku film dari Cimahi yang tersebar melakukan kegiatan di kota-kota lain, terutama di Jakarta di mana indsutri perfilmannya relatif terlihat maju dan berkembang meskipun secara perlahan.

"Dari pengamatan saya yang tidak menutup kemungkinan keliru dan harus dilengkapi dan diperjelas lagi, bahwa Kota Cimahi itu mempunyai potensi untuk mengembangkan perfilman yang ada di Kota Cimahi yang khusus memberikan sarana dan fasilitas bagi para sineas setempat," bebernya.

Baca Juga: Pemkot Bandung-Cimahi Teken Kerja Sama, Masalah di Wilayah Perbatasan menjadi Prioritas

Terlebih, kata dia, di era media baru yang lebih memasyarakat dan familiar dengan adanya internet. Pasalnya, untuk mengembangkan potensi film maker di Kota Cimahi itu pola pikir yang harus diterapkan jangan seperti film maker zaman dahulu.

"Kalau sekarang bisa menayangkan di mana saja melalui platform yang banyak tersebar di dunia digital. Namun, yang jadi masalah saat ini adalah bagaimana memotivasi kaum milenial agar semangat dalam berkarya," terangnya.

Menurutnya, DKKC melalui Komite Film dan Fotografi harus mendorong para sineas muda agar bisa terorganisir dalam sebuah komunitas,

Baca Juga: Pemkot Bandung-Cimahi Teken Kerja Sama, Masalah di Wilayah Perbatasan menjadi Prioritas

"Jadi sekarang itu peluangnya itu banyak untuk menampilkan karya kita," ujarnya.

Di tempat yang sama, Praktisi Cinematografi, Boim Jalu mengaku, banyak para sineas muda dari Kota Cimahi yang telah memproduksi berbagai macam film pendek yang sebenarnya sudah memiliki dasar cinematografi yang sangat baik.

"Paling penting, kita harus kembali ke dasar penulisan yang naskah film yang baik. Jadi dalam produksi film, modal paling utama adalah tulisannya dulu," ujarnya.

Ia menerangkan, dari tulisan tersebut kemudian diaplikasikan menjadi sebuah gambar. Kendati demikian, dalam teknik pengambilan gambar masih banyak para sineas mengambil angel yang kurang baik seperti kebingungan.

Baca Juga: Luncurkan QR Code PeduliLindungi, Warga Diminta Tunjukkan Aplikasi saat ke Mako Polres Cimahi

"Untuk pengambilan gambar di indoor dan outdoor tentu saja berbeda. Kalau untuk pengambilan gambar di outdoor tentunya harus mengandalkan sinar matahari," terangnya.

Ia menjelaskan, untuk pengambilan gambar yang baik itu bisa dilakukan di pagi hari mulai pukul 06.00-10.00 WIB. "Kalau untuk siang harinya bisa mengambil gambar pada pukul 15.00-18.00 WIB," jelasnya.

Kemudian, tambah dia, tujuan pengambilan gambar yang kerap kali dilupakan oleh sineas menjadi salah satu faktor yang menjadikan para sineas kurang bisa menghasilkan gambar yang baik.

"Kalau kebutuhan budgeting untuk sebuah film itu tidak bisa disebut murah atau mahal, tapi kembali lagi pada kebutuhannya," tandasnya. (agus satia negara) ***

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

  Dihantam PMK, Penjualan Hewan Qurban Menurun

Kamis, 7 Juli 2022 | 11:49 WIB

Jadwal SIM Keliling Kota Bandung 7 Juli 2022

Kamis, 7 Juli 2022 | 08:05 WIB

12 Anggota GMBI Dituntut Satu Tahun Bui

Rabu, 6 Juli 2022 | 18:15 WIB
X