• Selasa, 17 Mei 2022

Korban Pinjol Ilegal Lembang Buka-bukaan, 'Kapok, Nggak Mau Lagi, Malu Saya...."

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:30 WIB
pinjol ilegal menggunakan foto porno tagih nasabah (Dok Net/ Istimewa)
pinjol ilegal menggunakan foto porno tagih nasabah (Dok Net/ Istimewa)

INILAHKORAN, Ngamprah - Teror  pinjaman online (pinjol) ilegal semakin merajalela dan membuat takut para nasabah yang terlanjur melakukan transaksi peminjaman uang.  

Pasalnya ketika para nasabah tidak mampu membayar cicilan atau ada keterlambatan pembayaran, pihak pinjol mulai melakukan teror lewat telpon dan WhatsApp (WA) secara terus menerus setiap hari. Bahkan tak jarang mereka mengancam mencemarkan nama baik nasabahnya.

Salah seorang warga Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang menjadi korban pinjol, Eko Setiono (38) mengaku trauma dan enggan untuk kembali mengambil jalan pintas melalui pinjol.

Menurutnya, meski menawarkan beragam kemudahan dan pencairan cepat, namun dibalik itu semua ada ancaman yang menjadi konsekuensi ketika nasabah tak bisa membayar.

Baca Juga: Polda Jabar Beberkan Pinjol Ilegal yang Digerebek di Sleman, Ini Daftarnya....

"Kapok, nggak mau sekali lagi nyari pinjaman online. Mending cari alternatif lain dari pada ke situ, bener-bener kapok saya," katanya, Selasa 19 Oktober 2021.

Ia menjelaskan kronologis awal mula dirinya terjerat pinjol lantaran saat itu sangat membutuhkan uang cepat untuk kebutuhan keluarganya. Menurutnya, saat itu pinjol menjadi pilihan yang cepat tanpa persyaratan yang ribet, lantaran didesak dapat pinjaman uang secara instan.

Akhirnya, lanjut dia, dirinya memasukan aplikasi pinjaman secara online dengan menyetorkan data pribadi termasuk KTP.

Seiring berjalannya waktu dirinya sempat terkendala untuk membayar cicilan tepat waktu. Kendati demikian, hal tak terduga adalah cara penagihan perusahaan pinjol tersebut yang membuat dirinya malu.

Baca Juga: Ribuan Warga Kota Bandung Terjerat Rentenir dan Pinjol, Mayoritas Perempuan

"Perusahaan pinjol itu nggak ada toleransi untuk keterlambatan pembayaran, semua kontak di HP saya termasuk keluarga dan teman, dikirimi pesan bahwa saya belum bayar utang. Yang saya heran darimana mereka punya nomor HP keluarga dan teman-teman saya, itu yang membuat saya malu," bebernya.

Ia mengilustrasikan, misalnya ketika nasabah meminjam dana sebesar Rp1 juta, maka uang yang diterima setelah dipotong biaya administrasi dan lain-lain sekitar Rp800.000.

Lalu, uang pinjaman itu harus dikembalikan dalam jangka waktu tertentu menjadi Rp1,2 juta. Bahkan setiap pekan dan bulannya bunga terus bertambah kalau tidak dibayar-bayar.

"Makanya saya bisa mengerti kenapa ada kasus orang yang pinjam uang dari perusahaan pinjol jutaan rupiah, tapi harus membayar puluhan hingga ratusan juta rupiah," terangnya.

Ia menegaskan, dirinya mendukung upaya pihak kepolisian dalam memberantas perusahaan pinjol yang saat ini sedang marak. Pasalnya, jika terus dibiarkan maka akan banyak korban yang terjerat pinjaman dengan bunga selangit.

"Saya setuju perusahaan pinjol diberantas, kalau bisa sampai ke akar-akarnya dan termasuk penyandang dananya juga," tandasnya. (agus satia negara) ***

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X