• Kamis, 20 Januari 2022

Gawat! Belasan Siswa dan Guru di Bandung Positif Covid-19 Setelah Tes PCR

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 13:13 WIB
Kadinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara. (Yogo Tirastopo)
Kadinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara. (Yogo Tirastopo)
INILAHKORAN, Bandung - Belasan orang terdiri dari siswa dan guru pada jenjang SD, SMP, dan SMA dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes PCR secara acak, Jumat 15 Oktober 2021.
 
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rosye Arosdiani mengatakan, telah melakukan pengambilan spesimen terhadap siswa dan guru sebanyak 1.512. 
 
"Hasilnya dari 348, ada yang positif 14 orang. Ini tersebar di beberapa sekolah. Satu sekolah ada satu orang, dua orang, ada tiga orang enggak ada yang tertumpuk, guru dan murid," kata Rosye, Selasa 19 Oktober 2021.
 
 
Menurutnya, sekolah-sekolah tersebut merupakan kewenangan dari Disdik Kota Bandung. Pihaknya sendiri menindaklanjuti temuan tersebut dengan melakukan tracing, testing dan treatment kepada kontak erat. 
 
"Bagaimana tindak lanjut. Kita tidak total, tapi fokus sekolah mana yang ada, seperti biasa yang positif lakukan tracing testing dan kontak erat. Mereka yang positif ini tidak bergejala," ucapnya. 
 
 
Rosye mengatakan, mereka yang melakukan kontak erat akan dilakukan pemeriksaan. Selain ditemukan kasus positif Covid-19 terhadap siswa dan guru, pihaknya juga menemukan nol kasus Covid-19 pada sekolah. 
 
"14 orang ini tidak semua asal Bandung. Mereka ini kemungkinan besar tidak bergejala, maka datang ke sekolah. Target kita sebanyak 3.500 siswa dan guru dilakukan tes PCR secara acak," ujar dia. 
 
Namun dituturkan dia, jumlah tersebut akan bertambah hingga 5.000 orang apabila ditemukan kasus positif Covid-19 dan siswa yang sekolah semakin bertambah. Apabila ada yang terpapar, 100 orang akan diperiksa. 
 
 
"Tes ini dilakukan memastikan kondisi penyebaran Covid-19 di sekolah, sekaligus mengingatkan bahwa pandemi masih berlangsung. Tes pun dilakukan untuk memastikan kasus secara dini," ucapnya. 
 
Rosye menambahkan, apabila persentase kasus positif Covid-19 di tiap sekolah melebihi lim persen. Maka direkomendasikan untuk dihentikan sementara dan dilakukan pemeriksaan menyeluruh. 
 
 
"Saya melihat antara satu sampai lima persen, kalau satu satu sampai lima persen yang dilakukan adalah kelompok belajar dilakukan pemeriksaan dan yang lain boleh beraktivitas," ujar dia. *** (Yogo Triastopo) 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Antisipasi Varian Omicron, Pemkot Bandung Kaji WFH

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:09 WIB
X