• Senin, 29 November 2021

Belasan Siswa dan Guru di Bandung Terpapar Covid-19, Pengamat: Jangan Khawatir Berlebihan

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 10:04 WIB
Pengamat Kebijakan Pendidikan Cecep Darmawan. (Istimewa/Okky Adiana)
Pengamat Kebijakan Pendidikan Cecep Darmawan. (Istimewa/Okky Adiana)
INILAHKORAN, Bandung - Pengamat Kebijakan Pendidikan Cecep Darmawan turut prihatin atas kejadian belasan siswa-siswi dan guru di Kota Bandung terpapar Covid-19. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan masyarakat.
 
"Pemerintah dan sekolah tidak perlu panik tapi tetap mencari solusi terbaik. Tim Satgas Covid-19 Kota Bandung, pihak Dinas Pendidikan, pihak sekolah dan komite sekolah juga segera untuk menangani masalah ini secara baik dan jangan ada kekhawatiran yang berlebihan. Tangani dengan baik sesuai dengan SOP atau prosedur prokes yang ada," ucap Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu, Rabu 20 Oktober 2021.
 
 
Menurut dia, hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah khususnya Disdik, satgas covid-19 dan  sekolah serta komite sekolah setempat untuk secara rutin melakukan pengawasan, termasuk secara periodik melakukan swab kepada para siswa, guru dan tendik.
  
Pastikan bahwa Standard Operating Procedure (SOP) dari prokes itu harus berjalan dengan baik. Pastikan juga anak-anak,  guru, dan tendik didalamnya sudah divaksin, kalau belum segera divaksin.
 
"Sekali lagi jangan terlalu khawatir yang berlebihan. Ya, tangani saja dengan baik, serahkan saja kepada petugas yang menangani, tapi juga tetap harus waspada," ujar Cewan sapaan akrabnya.
 
 
Cewan juga berharap, dengan kejadian ini siswa-siswi dan guru yang terpapar Covid-19, ini sebuah pembelajaran agar secara rutin dilakukan swab dan pengawasan. Yang tidak kalah pentingnya adalah  pemberian vitamin dan asupan gizi kepada para siswa  secara rutin. Dan ini butuh anggaran dari pemerintah melalui APBD Kota Bandung. Walikota dan DPRD harus mendukung sepenuhnya program asupan dan vitamin bagi siswa-siswa agar meningkatkan imunitas. 
 
"Di kota Bandung selain vaksin, juga pemberian vitamin dan makanan bergizi bagi siswa. Bisa dari pemerintah, komite sekolah, CSR, masyarakat dan perusahaan-perusahaan swasta. Secara berkala memberikan vitamin dan makanan yang bergizi bagi siswa-siswi," paparnya.
 
Terkait sekolah yang harus ditutup sementara, ataupun tidak, hal ini kata Cewan, itu kewenangan dari tim Satgas Covid-19.
 
 
"Harus ada tracing/pelacakan kepada  keluarga dan pihak lain yang telah melakukan  kontak erat. Jadi siswa itu kontak eratnya dengan siswa yang mana, kemudian guru yang mana, kemudian dengan keluarga yang mana dan lainnya. Harus segera dilakukan," pungkas Cewan.*** 
(Okky Adiana)

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lakukan Cara Ini Jika Mobil Kamu Bebas dari Embun

Sabtu, 27 November 2021 | 13:56 WIB

Satpol PP Kota Bandung Siap Kawal PPKM Level 3

Sabtu, 27 November 2021 | 11:43 WIB
X