• Minggu, 5 Desember 2021

Dukung MBKM, UPI Gelar KKN Tematik Dua Tahap, Diikuti Ribuan Mahasiswa

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:13 WIB
Dadang Sunendar
Dadang Sunendar
 
INILAHKORAN, Bandung - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan dua gelombang Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2021. 
 
Penyelenggaraan KKN Tematik ini dalam rangka mendukung Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan secara nasional oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). 
 
Ketua LPPM UPI Dadang Sunendar menyampaikan KKN Tematik saat ini diselenggerakan secara daring dan berbeda dengan KKN tahun lalu. Para dosen dan mahasiswa diharapkan mampu memahami dan mengatur strategi KKN dimasa pandemi Covid-19 ini. 
 
Dadang Sunendar menjelaskan bahwa KKN Tematik tahap I diikuti oleh mahasiswa sebanyak 1.500 orang dengan mengambil tema membangun desa melalui bidang pendidikan dan ekonomi dalam impelementasi merdeka belajar kampus merdeka (MBKM). 
 
 
"Sedangkan pada KKN tematik gelombang II diikuti oleh 865 mahasiswa dengan mengambil tema literasi, numerasi dan rekognisi MBKM serta pusat prestasi nasional. Melalui kegiatan KKN Tematik ini, diharapkan UPI bersama masyarakat semakin harmonis mesikpun dimasa pandemic Covid-19," ucap Dadang Sunendar, Rabu 20 Oktober 2021.
 
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UPI Didi Sukyadi menyampaikan, bahwa KKN Tematik Gelombang I Tahun ini tidak mudah, serba terbatas serta terdapat tantangan yang harus dihadapi. 
 
"Menyampaikan apresiasi kepada Bapak dan Ibu dosen atas dedikasinya bagi dunia pendidikan melalui program KKN Tematik ini," ucapnya 
 
Terdapat tuntutan perkembangan saat ini melalui kebijakan merdeka belajar dan kampus merdeka seperti target mahasiswa sesuai kebijakan pemerintah agar mahasiswa harus lulus serta bekerja. Lulusan bekerja harus diatas UMR, mahasiswa harus berwirausaha yang harus mengahsilkan penghasilan diatas UR serta mahasiswa harus melanjutkan studi. 
 
 
Tantangan bagi mahasiswa bidang pendidikan masih banyak yang mendapatkan penghasilan kurang yang layak. Untuk mengejar target tersebut, maka dikembangkan kebijakan MBKM yang terdiri dari Program Indonesian International Student Mobility Awards, Kampus Mengajar, Studi Independen, Magang, Membangun Desa (KKN Tematik), Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Proyek Kemanusiaan serta serta Wirausaha. 
 
"Kegiatan MBKM relevan dengan kegiatan KKN Tematik, sehingga penyelenggaraan KKN dapat sejalan dan beriringan dengan program MBKM. KKN dihargai SKS yang lebih tinggi, agar memenuhi 20 sks diluar SKS. Untuk penyesuaian kurikulum bisa dikomunikasikan dengan tim pengembang kurikulum," papar Didi Sukyadi.
 
Pada kegiatan KKN Tematik Gelombang II, Didi Sukyadi menyampaikan, peran penting literai negara Indonesia. Litertasi ini menjadi perhatian penting dari pemerinta dan mendapatkan penanganan khusus melalui kementerian yang akan fokus pada gerakan literai national. 
 
 
Melalui kegiatan KKN dengan mengirimkan 1500 orang jika mengajak anak untuk mendongeng, membahas pesan moral dan value dari dongeng, membuat ringkasan, mengajak menceritakan kembali atau membahas berita yang ada dikoran radio lalu didiskusikan, anak-anak belajar bertanya dan belajar berdisksusi. Melalui kegiatan ini maka akan meningkatkan kemampuan literasinya. Jika literasi tinggi, maka akan menghasilkan kemampuan yang baik. 
 
Penyelenggaraan KKN Tematik ini memberikan sejumlah manfaat bagi mahasiswa dalam membangun desa melalui analisis potensi desa, mengidentifikasi masalah dan mencari solusi untuk meningkatkan potensi dan menjadi desa mandiri. Mahasiswa juga mampu berkolaborasi menyusun dan membuat Rencana Pembangunan Desa bersama berbagai unsur masyarakat. 
 
Pada KKN Tematk ini mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang dimiliki secara kolaboratif bersama dengan Pemerintah Desa dan unsur masyarakat untuk membangun desa. 
 
 
"Selain itu, KKN Tematik ini memberikan manfaat yang besar dalam membangun desa dengan memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga dari tenaga terdidik untuk menyusun Rencana Pembangunan desa; membantu perubahan/perbaikan tata kelola desa, memacu terbentuknya tenaga muda yang diperlukan dalam pemberdayaan masyarakat desa; membantu pengayaan wawasan masyarakat terhadap pembangunan desa, serta membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan," papar Didi Sukyadi.
 
Melalui kegiatan KKN Tematik diharapkan dapat mengasah softskill kemitraan, kerjasama tim lintas disiplin/keilmuan (lintas kompetensi), dan leadership mahasiswa dalam mengelola program pembangunan di wilayah perdesaan. 
 
"Tujuan kegiatan KKN Tematik untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang dimilikinya bekerjasama dengan banyak pemangku kepentingan di lapangan serta membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan," pungkasnya. (Okky Adiana)

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kartu Prakerja Fiktif Cairkan Miliyaran Rupiah

Sabtu, 4 Desember 2021 | 08:54 WIB

Jelang Nataru, Harga Cabai di Bandung Meroket

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:49 WIB

Foto: 13 Pasangan Mengikuti Nikah Massal Difabel

Kamis, 2 Desember 2021 | 18:33 WIB
X