• Sabtu, 4 Desember 2021

Turun Gunung, Widdi Aswindi Bebenah PAN Kota Bandung

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:02 WIB
Ketua DPP PAN Widdi Aswindi (tengah) (Rianto Nurdiansyah)
Ketua DPP PAN Widdi Aswindi (tengah) (Rianto Nurdiansyah)
INILAHKORAN, Bandung- Ketua DPP PAN Widdi Aswindi turun gunung untuk memperkuat konsolidasi di Kota Bandung menjelang Pileg 2024 mendatang.
 
Dia mengaku hal ini menjadi tantangan besar, mengingat sudah dua periode partai-nya tidak memiliki kader di kursi legislatif Kota Bandung
 
Widdi mengatakan, untuk Pileg Kota Bandung 2024 mendatang, PAN menargetkan 10 kursi legislatif dari 6 dapil.
 
"Saya diutus diberikan tugas khusus oleh DPP untuk memperkuat kota Bandung," katanya di Kantor Redaksi Inilah Koran, Kamis 21 Oktober 2021.
 
 
Menurut dia, konflik di antara para kader yang sempat terjadi di tubuh partainya membuat pergerakan PAN cendrung flat pada 10 tahun terakhir. Karena itu, Widdi memiliki beberapa strategi untuk memanaskan kembali DPD PAN Kota Bandung agar kembali eksis dan kembali diperhitungkan dalam hajat demokrasi mendatang. 
 
Terlebih PAN sendiri pernah menjadi Parpol nomor dua di Kota Bandung dengan 8 kursi di legislatif pada tahun 99 lalu.
 
"Jadi saya sedang mengumpulkan orang orang yang lama, yang dulu sempat di partai mana-mana sekarang balik lagi," katanya. 
 
Selain itu, dia mengaku, ada juga beberapa kader dari parpol lain yang kini merapat ke PAN. "Sekarang ini saya gabungkan lagi orang orang yang dulu pernah membuat pan jaya," imbuhnya.
 
 
Kendati mengemban amanat besar, Widdi mengaku percaya diri, sebab dia pernah sukses ketika diberikan tugas oleh DPP PAN di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Selatan. Terlebih untuk Kota Bandung, secara pribadi dia memiliki kedekatan tersendiri. 
 
"Kalau kita berkaca kepada hal yang mudah, dari partai yang pemenang pemilu jadi partai Kelima sudah ada kan. Dari partai yang nobody jadi tiba-tiba ada, bukan suatu hal yang mustahil. Apalagi PAN pernah besar di Kota Bandung," ungkapnya.
 
Memang Widdi tidak menampik, secara kultur dan sejarah untuk mendulang suara di Kota Bandung sebagai kota kosmopolitan tidak mudah. Selain Kota yang sangat dinamis, interaksi masyarakat Kota Bandung terhadap isu politik juga sangat tinggi.
 
 
"Bandung ini kan kota-nya Pangeran Biru kan, bukan pangeran kuning, putih atau merah masa gak berjaya. Dan saya yakin, karena kebiruan Kota Bandung itu lah yang membuat saya optimis kalau pan di Kota Bandung itu bisa kuat lagi," pungkasnya.*** (riantonurdiansyah)

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kartu Prakerja Fiktif Cairkan Miliyaran Rupiah

Sabtu, 4 Desember 2021 | 08:54 WIB

Jelang Nataru, Harga Cabai di Bandung Meroket

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:49 WIB

Foto: 13 Pasangan Mengikuti Nikah Massal Difabel

Kamis, 2 Desember 2021 | 18:33 WIB
X