• Sabtu, 27 November 2021

Kelompok KJA Waduk Saguling Meradang, Puluhan Ton Ikannya Mati Mendadak

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:27 WIB
puluhan ton ikan mati di waduk saguling dan cirata kabupaten bandung barat
puluhan ton ikan mati di waduk saguling dan cirata kabupaten bandung barat

INILAHKORAN, Ngamprah - Puluhan ton ikan di perairan waduk Saguling dan Cirata, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami mati mendadak. Pasalnya, hal itu diakibatkan cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan terus menerus dan minimnya sinar matahari.

Pemilik Kelompok Jaring Apung (KJA) Waduk Saguling, Dermaga Bongas, Cililin, Asep Elep mengatakan, kondisi tersebut terjadi dalam dua hari terakhir. Akibat cuaca dingin dan naiknya air bawah yang bercampur dengan endapan pakan ke permukaan, membuat ikan yang dibudidayakan di kolam jaring apung (KJA) mati akibat kehabisan udara segar.

"Kejadiannya dari mulai kemarin, banyak ikan di KJA yang mati mendadak karena kondisi cuaca gak bagus. Untuk di tiga blok KJA di sini saja sekitar 8-10 ton yang mati, kalau dengan blok lain bisa puluhan ton," katanya.

Baca Juga: Hewan Purba Pernah Hidup di Waduk Saguling, Tim ITB Beberkan Fakta-fakta Ini...

Ia mengungkapkan, untuk di wilayahnya kematian ikan terjadi di Blok Ugrem, Blok Tangan-tangan, dan Blok Balong, yang terdapat di sekitar 10 RW dan dua desa. Yakni Desa Bongas dan Desa Batulayang.

"Kebanyakan ikan yang mati adalah ikan mas dan nila, baik yang sudah siap panen ataupun benih yang baru seminggu datang," ungkapnya.

Ia menyebut, kondisi cuaca kurang bersahabat dalam beberapa pekan terakhir. Oleh karenanya, ada sebagian pembudidaya ikan yang sudah melakukan antisipasi agar kematian ikan tidak terlau banyak, seperti mengurangi pakan dan tidak dulu menabur benih ikan baru.

Baca Juga: Indonesia Power Dukung Upaya Konservasi Temuan Fosil Gajah di Sirtwo Island Waduk Saguling

"Ini selalu rutin terjadi ketika kondisi cuaca ekstrem, makanya kalau yang udah paham biasanya melakukan antisipasi sejak dini. Makanya kematian ikan tidak total, paling dalam satu petak KJA yang mati sekitar 30-50 persen," sebutnya.

Akibat kondisi tersebut, lanjut dia, banyak pembudidaya ikan yang menjual ikannya dengan harga dibawah standar. Misalnya ikan yang baru mati dan masih segar karena dibekukan, dijual Rp10.000/kg dari kondisi normal Rp25.000/kg.

"Banyak juga oleh para tukang ojeg atau pekerja serabutan yang ditawar-tawarkan ke warga kampung sehingga jadi mata pencaharian dadakan bagi mereka," ujarnya.

Baca Juga: Dukung Citarum Harum, Pembudidaya Kolam Jaring Apung di Saguling Mulai Alih Usaha ke Kolam Darat

"Ya lumayan masih ada yang beli meski dengan harga jauh di bawah pasaran, daripada dibuang sama sekali," imbuhnya.

Di tempat terpisah pembudidaya KJA di Waduk Cirata Cipeundeuy, KBB, Sanin mengakui jika di perairan Cirata juga banyak ikan yang mati.
Kendati demikian, untuk di wilayahnya tidak separah seperti di Cianjur yang kematian ikannya cukup banyak.

"Kalau di Cirata wilayah Cipeundeuy, KBB, tidak terlalu parah seperti di Cianjur yang matinya. Tapi kalau cuaca terus menerus hujan, khawatir juga ikan gak akan kuat, tapi kita antisipasi dari awal," ujarnya. (agus satia negara) ***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lakukan Cara Ini Jika Mobil Kamu Bebas dari Embun

Sabtu, 27 November 2021 | 13:56 WIB

Satpol PP Kota Bandung Siap Kawal PPKM Level 3

Sabtu, 27 November 2021 | 11:43 WIB

Kepemimpinan Oded Yana, Hadirkan 240 Taman Level RW

Kamis, 25 November 2021 | 21:30 WIB

Pemkab Bandung Usulkan Akses Tol Cigatas di Tegalluar

Kamis, 25 November 2021 | 21:15 WIB
X