• Sabtu, 4 Desember 2021

Dadang Suganda Sebut Minat Warga Bandung Pilih Jurusan Perdagangan Internasional Tinggi

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 21:30 WIB
Wakil rektor I Universitas Wiidyatama Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Pembelajaran Dadang Suganda
Wakil rektor I Universitas Wiidyatama Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Pembelajaran Dadang Suganda
INILAHKORAN, Bandung-  Wakil rektor I Universitas Wiidyatama Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Pembelajaran Dadang Suganda menyebut animo pendaftar mahasiswa baru di Universitas Widyatama meningkat. Salah satunya jurusan perdagangan internasional. 
 
Peningkatan mahasiswa anyar ke Univeraitas Widayatama lantaran  adanya beberapa program studi atau jurusan yang baru saja diresmikan pada tahun akademik 2021-2022.
 
"Berkaitan dengan animo (pendaftar) kami senang, apalagi dengan prodi perdagangan internasional. Itu luar biasa meski belum sebesar kita bayangkan," katanya Kamis  21 Oktober 2021.
 
 
Dalam beberapa waktu kemarin, pendaftar dari program studi Perdagangan Internasional sudah mencapai kurang lebih 65 ke atas. Hal itu dirasakannya sangat tinggi dari sebelumnya yang hanya 25 orang.
 
Universitas Widyatama membuka program studi perdagangan internasional sesuai surat terbaru dari Dirjen Dikti, yang menyatakan bahwa Hubungan Internasional bisa diberi opsi untuk Perdagangan Internasional.
 
"Ini kan masih moratorium. Namun, dalam perdagangan internasional ada kewirausahaan bisnis, politik, dan sosial. Memurut saya dalam kontek ini cocok sekali rumpun ilmu fisip buka itu," ujarnya. 
 
 
Selain program studi Perdagangan Internasional, ada juga jurusan baru Perpustakaan dan Science. Saat ini animo dari program studi baru itu masih kecil. Dadang bilang, ada beberapa faktor yang menyebabkan maaih kecilnya minat di program baru itu.
 
"Mungkin distrupsi digitalnya harus ke sana, jadi bukan hanya konten pengelolan perpustakaannya tapi brainding juga harus diangkat, oleh karena itu ini kan moment dari pemerintah dan kita menyiasati dengan kurikulum yang sesuai dengan digital," katanya.
 
Kemudian, nama perpustakaan saat ini masih banyak dinilai orang bahwa tidak memiliki wawasan yang baru. Menurutnya, orang masih berpikir bahwa ilmu perpustakaan masih soal buku di rak, kemudian ruangan sepi, orang kacamata tebal dan pekerjaan kurang gaul.
 
 
"Sepertinya kurang ada link and mach dengan kondisi sekarang, oleh karena itu kami akan mengolah kompetensinya itu sendiri kemudian nama dan prodi akan kita ubah ke digital," ujarnya.***
 
 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kartu Prakerja Fiktif Cairkan Miliyaran Rupiah

Sabtu, 4 Desember 2021 | 08:54 WIB

Jelang Nataru, Harga Cabai di Bandung Meroket

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:49 WIB

Foto: 13 Pasangan Mengikuti Nikah Massal Difabel

Kamis, 2 Desember 2021 | 18:33 WIB
X