• Minggu, 5 Desember 2021

Yana Mulyana : Hari Santri Menjadi Momentum Tingkatkan Cinta Tanah Air

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:55 WIB
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menghadiri upacara Peringatan Hari Santri di Balai Kota Bandung, Jumat 22 Oktober 2021.  (Istimewa/Yogo Triastopo)
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menghadiri upacara Peringatan Hari Santri di Balai Kota Bandung, Jumat 22 Oktober 2021. (Istimewa/Yogo Triastopo)
INILAHKORAN, Bandung - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta kepada para santri agar lebih mencintai bangsa dan Tanah Air.
 
Hal tersebut disampaikan saat upacara Peringatan Hari Santri di Balai Kota Bandung, Jumat 22 Oktober 2021
 
“Mudah-mudahan peringatan ini bisa terus meningkatkan rasa nasionlisme, sehingga kebangsaan semangat terus bisa dijaga,” kata Yana.
Dalam peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Siaga Jiwa raga”. Lewat peringatan ini juga diharapkan membentuk sikap santri Indonesia yang selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia dan mewujudkan perdamaian. 
 
 
“Siaga jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegangan teguh pada akidah, nilai dan ajaran islam rahmatan lil alamin,” ucapnya. 
 
Menurutnya, saat ini santri tidak pernah memberikan celah masukanya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatun Indonesia. 
 
“Siaga raga berarti badan, tubuh, tenaga dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Oleh karena itu satri tidak pernah lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia,” ujar dia. 
 
 
Yana menambahkan, tema tahun ini penting dan relevan di era pandemi Covid-19. Kaum santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan. 
 
“Hal ini juga perlu diperhatikan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya agar tetap menyiagakan jiwa serta raganya demi kepentingan bangsa Indonesia,” jelasnya. 
 
Sambung dia, masyarakat patut mengapresiasi beberapa pesantren yang berhasil mencegah, mengendalikan, dan menangani Covid-19. Hal ini bukti nyata bahwa pesantren memiliki kemampuan untuk menghadapi covid-19 di berbagai keterbatasan. 
 
“Modal utamanya adalah kedisiplinan dan sikap hati-hati yang selama ini diajarakan oleh para pimpinan pesantren kepada santrinya. Keteladanan juga berkontribusi untuk mendorong santri bersedia ikut divaksin,” ucapnya. 
 
 
Perlu diketahui, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melalui Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri. 
 
Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya resousi jihad yang berisi fatwa kewajiban demi mempertahankan kemerdekaan indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 yang diperingati sebagai hari pahlawan. *** (Yogo Triastopo) 
 
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kartu Prakerja Fiktif Cairkan Miliyaran Rupiah

Sabtu, 4 Desember 2021 | 08:54 WIB

Jelang Nataru, Harga Cabai di Bandung Meroket

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:49 WIB

Foto: 13 Pasangan Mengikuti Nikah Massal Difabel

Kamis, 2 Desember 2021 | 18:33 WIB
X