• Minggu, 5 Desember 2021

Proses Pemilihan Ketum Asprov PSSI Jabar 2021-2025 Dihentikan, Tommy Aprianto Angkat Bicara

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:30 WIB
logo inilahkoran
logo inilahkoran
INILAHKORAN, Bandung - Proses pemilihan Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat periode 2021-2025 dihentikan untuk sementara waktu. Kepastian itu tertuang dalam surat yang dilayangkan PSSI pusat pada Selasa (19/10/2021).
 
Dalam surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, proses pemilihan Ketua Umum Asprov PSSI Jawa Barat harus dihentikan sementara karena beberapa voters melayangkan keberatannya. Seperti halnya Depok hingga Kabupaten Tasikmalaya.
 
Mereka menduga bahwa Komite Pemilihan (KP) Asprov PSSI Jabar tidak melakukan verifikasi data secara faktual ke lapangan perihal persyaratan calon Ketua Umum, calon Wakil Ketua Umum, calon anggota Komite Eksekutif (Exco) Asprov PSSI Jabar.
 
 
Ketua Umum Asprov PSSI Jabar, Tommy Apriantono membenarkan dengan surat PSSI pusat mengenai penghentian proses pemilihan tersebut. Bahkan, ia membenarkan bahwa penghentian itu terjadi karena adanya aduan dari beberapa voters terhadap KP Asprov PSSI Jabar. 
 
"Jadi semua (calon) lolos gitu, nah ini mempertanyakan. Tapi apakah itu didengar atau tidak, kembali lagi ke PSSI-nya. Bagaimana ke depannya," ungkap Tommy saat dihubungi, Jumat (22/10/2021).
 
Tommy berencana akan menggelar rapat pada Minggu (24/10/2021) untuk bisa menanggapi surat yang dilayangkan PSSI pusat. Sehingga proses pemilihan Ketua Umum Asprov PSSI Jabar periode 2021-2025 bisa kembali berjalan.
 
 
"KP juga harus mempersiapkan kalau ada beberapa pertanyaan. Misalnya seperti calon A kenapa diloloskan, begitu juga si B. Kalau bisa jawab, ya tidak ada masalah harusnya," katanya.
 
Tommy sebenarnya mengaku tidak mengetahui secara pasti dengan kinerja KP. Sebab, ia juga mencalonkan diri untuk bisa kembali maju sebagai Ketua Umum Asprov PSSI Jabar periode 2021-2025. 
 
"Kalau (pemilihan) dulu dikeluarkan nama, lalu banding. Sekarang tidak ada yang digugurkan, jadi ya gada yang banding. Nanti minggu mau dirapatkan bagaimana mengantisipasinya, niat PSSI seperti apa. Misalnya mau menginvestigasi permasalahan yang ada di KP. Kalau KP bisa membuktikan, menurut saya bisa jalan lagi," pungkasnya.***(Muhammad Ginanjar)
 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kartu Prakerja Fiktif Cairkan Miliyaran Rupiah

Sabtu, 4 Desember 2021 | 08:54 WIB

Jelang Nataru, Harga Cabai di Bandung Meroket

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:49 WIB
X