• Senin, 29 November 2021

Tekan Ikan Mati di Waduk Saguling, Dispernakan KBB Intruksikan Hal Ini ke KJA

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:56 WIB
Pulujan ton ikan mati di Waduk Saguling dan Cirata. (agus satia negara)
Pulujan ton ikan mati di Waduk Saguling dan Cirata. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Pasca-matinya puluhan ton ikan yang mati mendadak di Waduk Saguling, Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan), Kabupaten Bandung Barat (KBB), telah menginstruksikan pembudidaya ikan kolam jaring apung (KJA) di Waduk Saguling dan Cirata untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi tiba-tiba.

Pasalnya, hal itu dilakukan guna meminimalisasi banyaknya ikan yang mati akibat terjadi umbalan air. Termasuk perubahan suhu air yang diakibatkan cuaca ekstrem.

Seperti diketahui sebelumnya, cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan terus menerus dan minimnya sinar matahari membuat puluhan ton ikan di perairan waduk Saguling dan Cirata, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami mati mendadak.

Kondisi tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir. Akibat cuaca dingin dan naiknya air bawah yang bercampur dengan sedimentasi endapan pakan ke permukaan, membuat ikan yang dibudidayakan di kolam jaring apung (KJA) mati akibat keracunan dan kehabisan udara segar.

Baca Juga: Kelompok KJA Waduk Saguling Meradang, Puluhan Ton Ikannya Mati Mendadak

"Surat imbauan dari bulan Agustus sudah kami sampaikan ke berbagai kelompok paguyuban KJA di Saguling dan juga Cirata, KBB. Guna mengantisipasi terjadinya umbalan air yang bisa menyebabkan ikan mati," kata Kasi Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Dispernakan KBB Iip Kusyaman, belum lama ini.

Ia menjelaskan, umbalan air atau yang sering disebut upwelling kerap kali terjadi setiap tahunnya. Terlebih, pada saat kondisi cuaca ekstrem ketika memasuki musim penghujan. Sehingga sebagian pembudidaya ikan sudah bisa memprediksi kapan akan terjadi dengan memperhatikan kondisi cuaca.

"Tapi kami tetap memberikan rekomendasi kepada pembudidaya ikan agar melakukan langkah-langkah antisipasi. Seperti panen penjarangan untuk ikan yang sudah besar, jangan dulu menebar benih, mengurangi intensitas pemberian pakan ketika kualitas air jelek, dan mengurangi kepadatan tebar ikan," jelasnya.

Baca Juga: Dukung Citarum Harum, Pembudidaya Kolam Jaring Apung di Saguling Mulai Alih Usaha ke Kolam Darat

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kejari Bandung Musnahkan Puluhan Kilogram Narkotika

Senin, 29 November 2021 | 16:00 WIB

Imbas Long March Buruh, Gerbang Tol Pasteur Ditutup

Senin, 29 November 2021 | 15:34 WIB

Lakukan Cara Ini Jika Mobil Kamu Bebas dari Embun

Sabtu, 27 November 2021 | 13:56 WIB

Satpol PP Kota Bandung Siap Kawal PPKM Level 3

Sabtu, 27 November 2021 | 11:43 WIB
X