• Minggu, 5 Desember 2021

Konveksi Bangkrut, Pria di Rancabali Jadi Pemulung Sambil Gendong Anaknya 2 Tahun

- Senin, 25 Oktober 2021 | 16:15 WIB
Bangkrut karena Pandemi, Cahya terpaksa ajak anaknya yang masih Balita jadi Pemulung.  (Dani R Nugraha)
Bangkrut karena Pandemi, Cahya terpaksa ajak anaknya yang masih Balita jadi Pemulung. (Dani R Nugraha)
INILAH,Bandung- Kemiskinan yang menjerat Cahya Nurdiansyah (43), memaksa ia harus menjadi pemulung dengan menggendong anaknya Siti Khoirunisa yang masih berusia dua tahun.
 
Warga Kampung Barutunggul Desa Alamendah Kecamatam Rancabali Kabupaten Bandung itu, terpaksa menjadi pemulung sejak usaha konveksinya bangkrut diterdampak pandemi virus corona (covid-19).
 
Dengan langkah gontai, pria berpakaian lusuh itu setiap hari berjalan menyusuri Jalan Raya Rancabali-Patengang. Sebuah karung diapit tangan kiri, sedangkan tangan kanannya sibuk membenahi posisi kain penggendong anak yang digendongnya. Di dalam karung, terlihat beberapa botol plastik bekas hasil pencariannya hari itu. Di saku atas baju lusuh Cahya, terselip sebuah botol dot susu anaknya.
 
 
"Setiap hari jalan dari rumah keatas arah Kawah Putih memungut rongsokan. Saya bawa karena dirumah istri saya juga sibuk ngurus anak saya yang masih bayi. Jadi terpaksa setiap hari saya ajak memungut rongsok," kata Cahya, di Jalan Raya Rancabali-Patengang, Senin 25 Oktober 2021.
 
Menurut Cahya, pekerjaanya ini dilakoninya sudah sekitar dua tahun. Usaha konveksi yang digelutinya bangkrut karena tak ada pesanan dari pembeli. Akhirnya, 12 unit mesin jahit di rumahnya dijual satu persatu untuk menyambung hidup ia sekeluarga. Karena sudah tak ada yang bisa dijual lagi, jalan terakhir untuk menyambung hidup ia terpaksa menjadi pemulung. Meski penghasilannya tak jelas namun ia tak ada pilihan lain.
 
"Setelah bangkrut, saya enggak ada pekerjaan. Itu juga pernah ikut kuli bangunan tapi sepi juga. Kuli mencangkul juga sekarang mah enggak ada, soalnya para pemilik lahan juga mereka enggak punya uang untuk bayar upah kuli cangkul. Jadi kebanyakan yah dicangkul sendiri oleh pemilik lahan sawah atau kebunnya," ujar Cahya.
 
 
Setiap hari, Cahya memungut botol-botl plastik bekas, kardus dan lainnya barang rongsok yang masih bisa didaur ulang. Namun karena keterbatasan jangkauan, setiap hari tak banyak barang bekas yang bisa ia kumpulkan. Barang bekas itu dikumpulkan di rumah dan dijual setelah terkumpul selama dua atau tiga bulan. Uang hasil penjualan rongsok itu pun terbilang kecil, hanya sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.
 
"Kalau lagi bagus sehari bisa dapat 10 kilogram atau lebih. Itu saya kumpulkan dan dijual setiap dua atau tiga bulan sekali. Tapi yah enggak seberapa nilainnya. Alhamdulilahnya, meskipun penghasilan saya kecil tapi suka ada saja rejeki yang ngasih," kata pria yang akrab disapa Ade ini.
 
Cahya melanjutkan, di rumahnya ia tinggal bersama istri dan empat orang anaknya. Sedangkan tiga orang anaknya yang lain bekerja di Kota Bandung dan ada juga yang masih menuntut ilmu di salah satu pesantren yang juga di Kota Bandung. Sampai sejauh ini, kata dia, meskipun termasuk keluarga pra sejahtera, namun tak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.
 
 
"Anak yang masih tinggal bersama saya ada empat. Yang lain ada yang bekerja konveksi dan di pesantren. Saya enggak dapat bantuan apa-apa dari pemerintah, cuma pernah ada sekali bantuan beras. Memang saya juga penerima Program Keluarga Harapan (PKH), tapi sudah enam bulan ini enggak ada," ujarnya.
 
Meski berat, namun Cahya terlihat tegar menjalani kehidupannya. Raut wajah yang kumal dan terlihat melampaui usianya itu terlihat masih menyimpan harapan dan optimisme. Selama ia masih mau berusaha, ia yakin suatu saat kehidupannya akan berubah.
 
 
"Kehidupan kami sekeluarga suatu saat akan berubah. Saya yakin itu, pasti pertolongan Alloh SWT akan datang kepada saya," katanya.(rd dani r nugraha).

Editor: Bsafaat

Artikel Terkait

Terkini

Kartu Prakerja Fiktif Cairkan Miliyaran Rupiah

Sabtu, 4 Desember 2021 | 08:54 WIB

Jelang Nataru, Harga Cabai di Bandung Meroket

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:49 WIB
X