• Kamis, 20 Januari 2022

PTM 14 Sekolah Dihentikan Sementara, DPRD Kota Bandung Minta Seluruh Siswa dan Guru Ditreatment

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 13:41 WIB
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bandung Heri Hermawan (Okky Adiana)
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bandung Heri Hermawan (Okky Adiana)
INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 14 sekolah di Kota Bandung dihentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal ini dikarenakan swab test secara acak di 14 sekolah itu menunjukan hasil positif Covid-19 di atas 5 persen.
 
Melihat hal itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bandung Heri Hermawan mengatakatan, dari hasil pengecekan testing yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, jika peserta PTM terbatas sudah ada 1 persen yang positif Covid-19, maka harus dilakukan treatment (perlakuan) terhadap peserta yang positif tersebut. Misalnya, harus melakukan isolasi mandiri.
 
Kalau antara 1 sampai 5 persen yang positif Covid-19, maka kata dia, satu rombongan belajar (rombel) harus dilakukan treatment sesuai dengan protokol kesehatan (prokes), misalnya di tracing, testing dan treatment.
 
 
"Tapi kalau dari hasil testing itu sudah minimal lebih dari 5 persen, maka seluruh siswa harus di testing, namanya survelance aktif. Kebetulan di Jabar itu ada dua kota, Bandung dan kota Bogor," kata Heri Hermawan, Selasa 26 Oktober 2021.
 
Lebih jauh dia menjelaskan, mestinya seluruh sekolah yang siswa-siswinya dan guru ada yang terpapar, maka sekolah tersebut di tutup sementara, walau dibawah 1 persen.
 
Meski begitu, pihaknya sangat mendukung terkait pencegahan Covid-19, karena bagaimana pun juga,  keselamatan dan kesehatan peserta didik itu jauh lebih penting ketika dibandingkan dengan PTM terbatas.
 
 
"PTM terbatas itu penting, tapi jauh lebih penting keselamatan dan kesehatan siswa-siswi," ucapnya.
 
Dengan itu dia menilai, banyaknya siswa-siswi dan guru yang terpapar Covid-19 akibat lemahnya penerapan prokes.
 
"Menurut saya, PTM terbatas ini bukan gagal, tapi akibat lalainya semua pihak baik Satgas Covid-19 dan lainnya," imbuhnya.
 
 
Bahkan dia mengaku, salah satu orang yang sangat keras menolak PTM terbatas jika belum mampu menerapakan prokes secara ketat. Di sisi lain, PTM terbatas itu sebenarnya penting dilaksanakan, akan tetapi aspek kesehatan jauh lebih penting bagi siswa-siswi dan guru di sekolah.
 
"Artinya supaya kita betul-betul mempersiapkan sedemikian rupa supaya ketika PTM terbatas dilakukan, klaster PTMT ini atau penularan peaerta didik di dalam PTMT itu bisa dicegah sebaik mungkin," papar Heri Hermawan.*** (Okky Adiana)

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Antisipasi Varian Omicron, Pemkot Bandung Kaji WFH

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:09 WIB
X