• Selasa, 24 Mei 2022

Perangi Tarif Parkir Siluman, Sejumlah Objek Wisata Lembang Lakukan Ini

- Senin, 1 November 2021 | 08:49 WIB
Salah satu objek wisata di kawasan Lembang, KBB. (Agus Satia Nagara)
Salah satu objek wisata di kawasan Lembang, KBB. (Agus Satia Nagara)
Ngamprah - Kasus tarif parkir siluman yang sempat menghebohkan jagat maya membuat pengelola objek wisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) semakin pro aktif untuk melakukan antisipasi.
 
Pasalnya, hal itu dinilai merugikan pengunjung dan merusak nama destinasi wisata di Lembang. Selain itu, status KBB yang kini menerapkan PPKM Level 2, dikhawatirkan bakal ada lonjakan pengunjung ke sejumlah destinasi wisata di kawasan tersebut.
 
Public Relation Farmhouse, Intania Setiati mengatakan, pihaknya tidak ingin ada kejadian tarif parkir siluman yang beberapa waktu lalu sempat viral terulang kembali.
 
 
"Jadi sebaiknya wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata, jangan sampai mencari tempat parkir di luar objek wisata," katanya
 
Ia menjelaskan, guna mencegah tarif parkir selangit di luar destinasi wisata, pihaknya pun telah menyiapkan lahan parkir yang cukup luas.
 
"Lahan tersebut bisa untuk menampung ratusan kendaraan wisatawan baik motor, mobil, maupun bus pariwisata," jelasnya.
 
Selain itu, sambung dia, pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat, terutama pihak desa untuk menertibkan oknum warga yang melakukan parkir liar di sekitar objek wisata. 
 
 
"Tujuannya itu tak lain agar semua warga di sekitar objek wisata dapat ikut merasakan meningkatnya perekonomian setelah ada peningkatan pengunjung," bebernya.
 
Ia mengaku, pihaknya rutin menyosialisasikan bahwa di tempat wisata sudah disiapkan tempat parkir luas. Terlebih, saat ini sudah ada pelonggaran kunjungan, sehingga wisatawan kemungkinan ke depan akan terus meningkat.
 
"Kami juga sudah mulai mengizinkan anak berusia dibawah 12 tahun untuk masuk ke area objek wisata," ujarnya.
 
Ia menyebut, kebijakan itu seiring dengan mulai dibukanya kembali objek wisata serta adanya diskresi dari pemerintah. 
 
 
Kendati demikian, lanjut dia,orang tua yang membawa anak dibawah usia 12 tahun harus log ini aplikasi PeduliLindungi.
 
"Untuk anak-anak berusia di bawah 12 tahun sudah boleh masuk, tapi mereka tetap harus menjaga prokes dan didampingi oleh orang tuanya yang sudah divaksin COVID-19," tukasnya. (agus satia negara) ***
 
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Duh...Lima Ekor Sapi di Kota Bandung Positif PMK

Selasa, 24 Mei 2022 | 11:13 WIB
X