Aa Umbara Nangis Dituding Korupsi Bansos, Dia Klaim Percepatan Bantuan

Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna membantah terlibat dalam praktik korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19,

Aa Umbara Nangis Dituding Korupsi Bansos, Dia Klaim Percepatan Bantuan
Bupati Bandung Barat Aa Umbara. (Antara Foto)

INILAHKORAN, Bandung- Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna membantah dirinya terlibat dalam praktik korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19, apalagi mencuri hak rakyat. Justru  dilakukannya sebagai bentuk mempercepat bantuan kepada masyarakat.

Hal itu diungkapkan Aa Umbara saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam lanjutan sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin 1 November 2021.

Orang nomor satu di KBB itu pun menuding dakwaan dan tuntutan jaksa KPK telah berusaha membangun opini dirinya bersalah dalam kapasitasnya sebagai Bupati Bandung Barat melakukan tindak pidana korupsi.

Baca Juga: Pengacara Aa Umbara Sebut Tuntutan KPK Tak Seusai Fakta Sidang

"Majelis hakim yang mulia, ketika dakwaan itu dituduhkan terhadap diri saya, saya menangis dan sedih begitu luar biasa. Begitupun keluarga saya, konstituen saya sangat terpukul mendengar fitnah sedemikian luar biasanya. Sebab, bagaimana mungkin saya yang dipilih oleh rakyat, yang lahir dari rahim rakyat kecil, tumbuh bersama warga yang tidak mampu melakukan tuduhan yang didakwakan terhadap diri saya. Sedikitpun saya tidak akan pernah mengkhianati konstituen saya. Sedikitpun saya tidak akan mencuri hak-hak masyarakat saya, apalagi di masa pandemi yang dahsyat ini," katanya dalam berkas nota pembelaan yang diterima wartawan usai persidangan.

Aa menyebut jaksa KPK seakan terkesan menggiring opini bila dirinya mencuri hak masyarakat dan bermain dengan rasa lapar. Dia menegaskan hal itu tidak benar.

"Saya didakwa korupsi terkait pengadaan bansos COVID-19. Hal mana tidak pernah saya lakukan dan tidak akan saya lakukan atas alasan apapun. Saya mengemban amanah rakyat, saya memikul tanggung jawab masyarakat Kabupaten Bandung Barat sebagai Bupati guna mensejahterakan tanah di mana saya dilahirkan dan dibesarkan. Saya sudah berjanji dengan sepenuh hati saya bahwa saya tidak akan mencuri hak rakyat, terlebih ditengah Pandemi COVID-19 yang melanda Kabupaten Bandung Barat,"  ujarnya.

Baca Juga: Kasus Aa Umbara Transformasi Perkara Mensos Juliari Batubara

"Penderitaan masyarakat saya adalah penderitaan saya,Kesulitan masyarakat adalah kesulitan saya, Rasa laparnya masyarakat adalah rasa lapar saya, Kemiskinan masyarakat adalah kemiskinan saya,Tangis rakyat adalah tangis saya,Yang Mulia, masyarakat saya kelaparan!! Jaksa Penuntut Umum, masyarakat saya menangis, teriak karena tidak mampu membeli beras !!

Yang Mulia, masyarakat saya membutuhkan pertolongan cepat!! Yang Mulia, Bukankah hal itu butuh solusi cepat?? Jaksa Penuntut Umum, Bukankah Nyawa lebih penting dari pada hal-hal yang prosedural dan normatif ??," kata Aa menegaskan.

Aa mengaku dirinya merasa terzalimi dengan dakwaan dan tuntutan 7 tahun penjara. Menurutnya, hal itu dirasa tak adik.

Baca Juga: Jegerrrr.....Jaksa KPK Tuntut Aa Umbara Hukuman 7 Tahun Penjara

"Hal mana didasarkan atas dakwaan yang tidak dapat dibuktikan oleh Jaksa penuntut umum sendiri. Oleh sebab itu, besar kiranya harapan saya bahwa hukum akan ditegakkan berdasarkan kebenaran dan keadilan," kata Aa.

Sementara itu, Rizky Rizgantara kuasa hukum Aa Umbara juga menyampaikan nota pembelaan. Menurut dia, jaksa telah membangun konstruksi pemikiran bahwa Aa Umbara sebagai pencuri bantuan untuk rakyat miskin.

"Bahkan lebih menyedihkan lagi Jaksa Penuntut Umum telah menyandingkan nama terpidana Juliari Batu Bara dengan terdakwa guna membangun opini bahwa klien mami sama dengan Juliari Batubara mantan Menteri Sosial yang sekarang telah menjadi terpidana korupsi bantuan sosial COVID-19," ujar Rizki.

Baca Juga: Berkas Tuntutan Aa Umbara 1.022 Halaman, Jaksa Hanya Bacakan Fakta Persidangan

Menurut Rizki, kliennya itu tak sama dengan Juliari Batubara. Bahkan lebih jauh dari itu, dia membantah kliennya tak bermoral.

"Fakta yang sebenarnya adalah sebaliknya. Terdakwa telah mengambil tindakan yang cepat, efektif, tepat sasaran, tidak mengambil keuntungan apapun bagi diri, keluarga serta kelompok terdakwa. Sebab terdakwa bertindak dari keyakinan sepenuhnya bahwa keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi," ujarnya.

"Terdakwa bertindak demi kepentingan sepenuhnya kepada rakyat!! Terdakwa bersikap berdasarkan panggilan hari nurani yang tidak sangguh melihat masyarakatnya kelaparan!! Terdakwa berfikir hanya satu hal yakni menyelamatkan masyarakat!! Terdakwa menyadari ia dipilih oleh rakyat untuk jadi pelayan bukan tuan masyarakat, sehingga terdakwa rela melakukan segalanya untuk itu, untuk masyarakat yang ia cintai bahkan rela menjadi pesakitan di sidang," kata dia menambahkan.

Baca Juga: Tiga Tahun Aa Umbara-Hengky Pimpin KBB, Buruh Sebut Banyak Janji Belum Ditepati

Dia pun meminta agar majelis hakim dalam putusannya nanti untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya. Bahkan menyatakan Aa Umbara tidak bersalah.

"Membebaskan terdakwa Aa Umbara dari semua dakwaan dan tuntutan Jaksa penuntut umum atau setidak-tidaknya .elepaskan terdakwa Aa Umbara Sutisna dari segala tuntutan hukum," kata dia.*** (Ahmad Sayuti)


Editor : inilahkoran