• Selasa, 5 Juli 2022

Jumlah Kasus Covid-19 Guru dan Murid di Bandung Bertambah, 54 Sekolah Ditutup

- Rabu, 3 November 2021 | 10:56 WIB
Kasus penyebaran Covid-19 di kalangan guru dan murid Kota Bandung terus bertambah. Imbasnya, 54 sekolah ditutup. (Istimewa/Yogo Triastopo)
Kasus penyebaran Covid-19 di kalangan guru dan murid Kota Bandung terus bertambah. Imbasnya, 54 sekolah ditutup. (Istimewa/Yogo Triastopo)
INILAHKORAN, Bandung - Kasus penyebaran Covid-19 di kalangan guru dan murid Kota Bandung terus bertambah. Imbasnya, 54 sekolah ditutup.
 
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, siswa dan guru yang ikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah menjadi 265.
 
"Data ini terhitung Selasa 2 November, dengan jumlah positif 265 atau 3.2 persen, negatif 7.892 atau 96,8 persen," kata Ahyani pada Rabu 3 November 2021.
 
Menurut dia, jumlah sekolah yang sudah dilakukan pemeriksaan tes PCR sebanyak 214. Sedangkan jumlah sampel yang sudah diperiksa sebanyak 8.157. Total sekolah yang memiliki hasil tes PCR di atas lima persen sebanyak 54 sekolah, satu hingga lima persen 53 sekolah dan nol persen 107 sekolah. 
 
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna menyebut, jumlah siswa dan guru yang positif Covid-19 saat ini tidak mengharuskan PTM terbatas. Terlebih kondisi kesehatan siswa dan guru dalam keadaan ringan dan tidak mengarah ke berat sehingga relatif stabil. 
 
"Muncul angka sekitar tiga sekian persen. Artinya saya melihat sesuai ketentuan aturan tidak harus PTM terbatas, dihentikan tapi putusan di pak wali," kata Ema. 
 
Dikemukakan dia, berdasarkan ahli epidemologi saat ini masa inkubasi Covid-19 10 hari. Apabila melewati batas waktu tersebut dan tidak terjadi keluhan, maka siswa dan guru dinyatakan sembuh dan bisa beraktivitas kembali. Pihaknya tidak akan melakukan tes kembali. 
 
 
"Saat ini total 54 sekolah yang harus menghentikan PTM sementara selama 15 hari akibat kasus Covid-19 di atas lima persen. Apabila tidak terdapat kenaikan kasus, maka setelah 15 hari sekolah dapat kembali menggelar PTM," ucapnya. 
 
Ema menambahkan, surveilans masih tetap berjalan namun wacana seluruh siswa dan guru di semua sekolah di tes PCR relatif sulit dilakukan. Sebab pihaknya keterbatasan alat tes PCR. Proses trasing pun dilakukan kepada keluarga dan orang-orang yang melakukan kontak erat. *** (Yogo Triastopo) 
 
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal SIM Keliling Bandung Selasa 5 Juli 2022

Selasa, 5 Juli 2022 | 08:05 WIB
X