Satu Pekan Ini, RSKIA Tangani Nol Kasus Covid-19

RSKIA Bandung terhitung dalam satu pekan terakhir nol kasus menangani pasien Covid-19. Kondisi tersebut diharapkan menunjukkan tren.

Satu Pekan Ini, RSKIA Tangani Nol Kasus Covid-19
Petugas medis di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA), Jalan KH. Wahid Hasyim, Kota Bandung, Kamis 3 Juni 2021. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyebutkan tingkat keterisian rumah sakit di Jabar alami peningkatan dari 30,6% menjadi 38,2% yang merupakan imbas dari mudik serta libur lebaran 2021.
 
INILAHKORAN, Bandung - Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung terhitung satu pekan terakhir, nol kasus menangani pasien Covid-19. Kondisi tersebut diharapkan menunjukkan tren penyebaran kasus Covid-19 mengalami penurunan. 
 
"Sudah banyak nol kasus, dalam minggu-minggu ini. Senin nol, Selasa nol, tadi nol tapi tadi pagi ibu melahirkan suspect dari antigen positif itu harus dibuktikan dua kali PCR," kata Direktur RSKIA Kota Bandung, Taat Tagore, Rabu 3 November 2021.
 
Dengan tidak adanya pasien Covid-19 yang dirawat, diharapkannya kondisi tersebut menunjukkan penurunan kasus pasien yang dirawat. Sementara kegiatan pelacakan sendiri dilakukan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung.
 
 
"Kalau RSKIA, dan mudah-mudahan jadi satu ukuran kasus menurun untuk kasus dirawat," ucapnya. 
 
Jika sebelumnya rumah sakit menyediakan 150 hingga 250 tempat tidur bagi pasien Covid-19, Taat menyebut, saat ini fasilitas yang disediakan berkurang 60 tempat tidur pada satu lantai. Pihaknya tetap menyediakan tempat tidur sebab pandemi Covid-19 masih berlangsung. 
 
 
"Kita sempat menyiapkan sekitar 150 sampai 250. Kita manfaatkan (di luar 60 tempat tidur) untuk non Covid-19," ujar dia. 
 
Dia menambahkan, dari layanan tes PCR di rumah sakit menunjukkan kasus positif Covid-19 menurun. Kondisi tersebut diharapkan terus berlanjut dan tidak terjadi ledakan kasus atau gelombang ketiga Covid-19.
 
 
"Pantauan dari hasil tes PCR umum juga menurun saya berharap kasus menurun dan enggak terjadi ledakan lagi. Dulu tes PCR 500 sekarang 30, tes ke kita enggak banyak," tandasnya. *** (Yogo Triastopo) 


Editor : inilahkoran