• Selasa, 17 Mei 2022

Cuaca Ekstrem Terjang Jabar, Ini Kata Dosen Geografi UPI

- Rabu, 3 November 2021 | 19:15 WIB
 Ketua Prodi Magister dan Doktor Pendidikan Geografi, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Nandi
Ketua Prodi Magister dan Doktor Pendidikan Geografi, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Nandi
INILAHKORAN, Bandung - Cuaca ekstrem yang menerjang Jawa Barat (Jawa Barat) berdampak terhadap peristiwa bencana yang muncul belakangan ini.
 
Melihat hal ini, Ketua Prodi Magister dan Doktor Pendidikan Geografi, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Nandi mengatakan, kalau dilihat dari kacamata geografi, memang akhir-akhir ini fenomena yang terjadi lebih banyak disebabkan oleh fenomena cuaca, terutama curah hujan yang tinggi.
 
Kemudian terjadinya La Nina, udara dirasa menjadi lebih dingin dan ini akan menyebabkan curah hujan semakin tinggi, itu faktor utamanya.
 
 
"Sebenarnya, di Jabar secara karakteristik fisik geografisnya, banyak dipengaruhi oleh kondisi geologi, kemiringan lerengan, itu juga berdampak terhadap tingkat kestabilan tanah, sehingga mengakibatkan longsor. Tetapi pemicu utamanya adalah curah hujan yang sangat tinggi, selain itu juga ada dampak dari konversi lahan, jadi perubahan lahan yang asalnya lahannya tertutup, misalkan vegetasinya lebat menjadi terbuka, otomatis mengakibatkan limpasan permukaan tinggi, juga infiltrasi rendah, sehingga tanahnya tidak stabil, itu mengakibatkan longsor. Karena fenomena itu menjadi yang sangat dominan pada saat ini di Jabar," papar Nandi, Rabu 3 November 2021.
 
Dia menambahkan, bahwa fenomena ini harus direspon cepat oleh pemerintah dalam hal ini BNPB. Pihak BNPB melalui BPBD harus lebih responsif dan harus bisa melihat ini suatu potensi bencana. Karena jika berbicara bencana, berarti sudah ada korban didalamnya, sebelum terjadi maka harus ada mitigasi penanggulangan bencana.
 
"Memang dari pemerintah melalui BNPB sudah mempunyai berbagai macam strategi untuk menangani kasus-kasus seperti ini, hanya saja yang harus dikontrol itu sebenarnya perubahan penggunaan lahan, jadi dalam hal ini baik itu pemilik lahan, penataan ruang, tata guna lahan pengawasan harus ditingkatkan oleh pemerintah," pungkasnya.***  (Okky Adiana)
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X