• Sabtu, 21 Mei 2022

Calon Kades Kertajaya Protes Tak Lolos Seleksi, Panitia Sebut: Hasilnya Terbuka

- Selasa, 9 November 2021 | 19:00 WIB
ilustrasi pilkades (istimewa)
ilustrasi pilkades (istimewa)
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Seleksi bakal calon (balon) Pilkades Serentak 2021 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) berakhir dengan aksi protes salah seorang Calon Kepala Desa (Cakades) Desa Kertajaya.

Pasalnya, Cakades atas nama Deri Sulaeman dinilai tidak puas dengan hasil seleksi yang dilakukan akademisi dari Universitas Achmad Yani (Unjani) dan dinilai tidak transparan.

Salah seorang pendukung Deri Sulaeman, Ruly Wardiana meminta, agar  tim akademisi dari Unjani transparan dalam menentukan skor  tersebut.
 
Baca Juga: Polisi Usut Dugaan Pemalsuan Ijazah Calon Pilkades Purwakarta

“Kami menuntut transparansi dari Unjani bagaimana sistem penilaian yang dilakukan, jangan sampai ada yang dirugikan,” ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, Unjani harus bisa menjelaskan sistem score secara transparan. Semisal peserta dari yang seharusnya lulus, menjadi tidak lulus. Sebaliknya dari yang semestinya tidak lulus, malah jadi lulus.

Ruly menyatakan tidak puas, lantaran Deri Sulaeman mendapat peringkat tujuh. Padahal, berdasarkan perhitungannya semestinya yang bersangkutan ada di posisi lima besar.
 
Baca Juga: DPRD Jabar Apresiasi Pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Bandung

“Yang menjadi pertanyaan kenapa calon yang peringkat keempat dan kelima bisa masuk,” ujarnya.

Berdasarkan ranking seleksi bakal Cakades Kertajaya, peringkat pertama ditempati Fauzi Syamdul Munawar dengan total nilai 7,46. Kemudian Robby Lesmana 6,78.

Nabila Mutiara 6,38, Wakiyat 6,26, Asep Samsudin 6,15, Ferri Ramadhan 4,64, Deri Sulaeman dengan nilai 4,55. Sedangkan Budiman 3,86 dan Junaidi dengan nilai 3,74.
 
Baca Juga: Bupati Bandung Sebut Antusiasme Masyarakat Hadiri Pilkades 2021 tinggi

Sementara itu, Pjs Kades Kertajaya Suharlan menyebut, panitia Pilkades sudah menjalankan fungsinya sesuai dengan tahapan, berdasarkan Perbup tersebut.

Seharusnya, kata dia, para bakal Cakades lebih dahulu memahami Perbup tersebut. Karena di dalam Perbup itu, sudah dijelaskan tentang aturan main pencalonan.

Kendati demikian, ia memahami jika ada yang kecewa ketika gugur saat seleksi tersebut. Tapi kalau panitia dinilai tidak fair, ia malah balik bertanya.
 
Baca Juga: Tinggal Prung! Pelaksanaan Pilkades 2021 di Kabupaten Bandung Siap Digelar

"Mau direkayasa apanya. Dan dimana rekayasanya?" ucapnya.

Di tempat yang sama, Koordinator Bidang Pendaftaran Calon Kades Kertajaya, Cucu Cuargi mengatakan, hasil penilaian seleksi di tingkat desa sudah clear. Berita acara hasil seleksi tersebut, sudah ditanda tangani oleh kesembilan bakal Cakades di Desa Kartajaya.  

"Kalau penilaian hasil seleksi di panitia desa, sudah clear. Nggak ada masalah. Kalaupun ada yang protes ke Unjani, itu hak mereka," tuturnya.
Baca Juga: Tak Capai Target Vaksinasi, Dadang Supriatna Bakal 'Jewer' Camat Penyelenggara Pilkades Serentak

Secara singkat Cucu memaparkan tentang penyerahan hasil penilaian seleksi dari panitia Unjani. Meskipun hasilnya diserahkan di kantor desa, namun dipastikan dokumen hasil penilaian itu aman.

Sejak diserahkan dari Unjani, dokumen dalam kondisi disegel rapat. Bahkan saat dibawa dari Unjani mendapat pengawalan ketat dari aparat hukum.

"Kita umumkan dan diberikan hasilnya secara terbuka satu persatu pada para balon. Hanya yang empat orang (gugur), malah pada keburu pulang," bebernya. (agus satia negara) ***
 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KEREN, Pemkot Bandung Berhasil Quattrick WTP

Jumat, 20 Mei 2022 | 20:20 WIB

Uji Coba Flyover Kopo, Kapan Resmi Beroperasi?

Jumat, 20 Mei 2022 | 19:04 WIB
X