Jawab Ancaman Bupati Bandung, Arif Hardiana Siap Lepas Jabatan Ketua Pengcab FORKI Kabupaten Bandung

Keputusan mengejutkan dilontarkan Arif Hardiana. Dia menyatakan kesiapannya apabila 'dinonaktifkan' sebagai Ketua Umum Pengurus Cabang

Jawab Ancaman Bupati Bandung, Arif Hardiana Siap Lepas Jabatan Ketua Pengcab FORKI Kabupaten Bandung
istimewa
INILAHKORAN, Bandung - Keputusan mengejutkan dilontarkan Arif Hardiana. Dia menyatakan kesiapannya apabila 'dinonaktifkan' sebagai Ketua Umum Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) Kabupaten Bandung.
 
Keputusan itu dikeluarkan seiring dengan ultimatum yang disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat menyambut atlet PON XX/2021 asal Kabupaten Bandung, Kamis (21/11/2021) lalu.
 
"Saya sudah mendengar dan sangat tersinggung, bahwa ada satu pengcab yang menjual-belikan atlet dengan sengaja. Saya tegaskan, bagi pengcab yang menjual-belikan atletnya, maka akan saya berikan punishment, minimal dipecat dan tidak boleh menjabat sebagai pengurus lagi. Saya tidak mau terjadi lagi seperti itu, karena hal-hal tersebut sangat merugikan kepada kami," kata Dadang Supriatna saat itu.
 
 
Pernyataan Bupati Bandung itu terindikasi mengarah pada cabang olahraga karate. Hal ini seiring dengan informasi dua atlet karate asal Kabupaten Bandung yang meraih medali emas PON XX/2021 justru membela Kabupaten Subang yang notabene tuan rumah Porprov XIV 2022 yakni Sandi Firmansyah dan Tegar Januar.
 
Menyikapi informasi tersebut, Ketua Umum Pengcab FORKI Kabupaten Bandung, Arif Hardiana mengatakan bahwa banyak hal yang secara prinsip tidak sesuai seperti yang muncul dalam pemberitaan.
 
"Banyak fakta-fakta yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat. Salah satu hal yang pokok yakni, FORKI Kabupaten Bandung secara formal belum pernah mengeluarkan surat mutasi atas nama dua atlet yang bersangkutan," kata Arif, Rabu (10/11/2021).
 
 
Arif tak menampik kedua atlet bernama Sandi Firmansyah dan Tegar Januar itu pernah melayangkan surat mutasi. Namun hingga saat ini, FORKI Kabupaten Bandung belum merespon surat tersebut.
 
"Alasan pertama, kami menghargai keinginan FORKI Jabar agar permasalahan mutasi ini tidak mengganggu konsentrasi atlet dalam menghadapi PON XX. Yang kedua, kami perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan perguruan asal atlet tersebut dan KONI Kabupaten Bandung yang selama ini telah memberikan anggaran pembinaan kepada yang bersangkutan," katanya.
 
Selain itu, lanjutnya, pihaknya sudah berupaya melakukan pendekatan secara kekeluargaan kepada atlet yang bersangkutan terkait niat mereka untuk mutasi atau pindah. FORKI Kabupaten Bandung sendiri terus berjuang untuk mengupayakan perhatian yang lebih optimal bagi atlet yang sudah membuktikan prestasinya.
 
 
"Akhirnya, keputusan atau pilihan itu tentu ada di pihak atlet yang bersangkutan," tuturnya.
 
Arif memastikan tidak mengetahui mengenai informasi mengenai transaksi jual beli yang sudah dilakukan kedua atlet tersebut. Terlebih, FORKI Kabupaten Bandung tidak pernah mengeluarkan izin, menginstruksikan maupun mengarahkan atlet untuk mutasi atau pindah.
 
Karena itu, Arif sebagai Ketua Umum Pengcab FORKI Kabupaten Bandung akan sangat menerima dengan senang hati keputusan yang diambil untuk menjawab pernyataan Bupati Bandung yang akan menonaktifkan Pengcab yang terbukti melakukan jual-beli atlet jelang Porprov XIV 2022. Menurutnya, hal ini sebagai bentuk moral warga Kabupaten Bandung yang taat terhadap aturan dan pimpinan.
 
 
"Jika KONI Kabupaten Bandung memberikan bantuan pembinaan bagi cabang olahraga itu menggunakan anggaran pemerintah sedangkan kami sebagai Ketua Umum cabang olahraga itu menggunakan anggaran pribadi. Jadi kalau dinonaktifkan, dengan senang hati saya siap terima," tegasnya.***(Muhammad Ginanjar)


Editor : inilahkoran