Kejati Jabar Dukung Penuh Upaya Kejakgung Proses Kasus KDRT di Karawang

- Selasa, 16 November 2021 | 15:13 WIB
Ilustrasi KDRT (net)
Ilustrasi KDRT (net)

INILAHKORAN, Bandung - Kejati Jabar mendukung upaya Kejagung yang tengah mengusut penanganan perkara istri di Karawang yang dituntut 1 tahun penjara, akibat dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dalam penanganan perkara yang melibatkan Valencya alias Negsy Lim itu, Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati Jabar) dinonaktifkan dari jabatannya, karena dianggap tidak memiliki Sense of Crisis atau kepekaan.

"Sementara perkaranya sudah diambil oleh Kejakgung dan untuk pemeriksaan proses yang dilakukan dalam penanganan perkara itu sudah dilakukan eksaminasi khusus oleh Kejagung, hasilnya seperti yang sudah ada di rilis itu," ujar Kasipenkum Kejati Jabar Dodi Gazali Emil saat dihubungi, Selasa 16 November 2021.

Baca Juga: Kejati Jabar Mulai Usut Korupsi Gula yang Merugikan Negara Rp50 Miliar

Pihaknya mendukung penuh upaya yang dilakukan Kejakgung, dan tidak akan mengambil langkah sendiri atau melakukan tindakan yang tidak terkoordinasi dengan Kejagung.

Sebelumnya, Valencya ibu dua anak dituntut 1 tahun penjara karena marahi CYC, suaminya asal Taiwan yang sering mabuk. Hal tersebut terungkap dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang.

Dalam pembacaan tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan Valencya menjadi terdakwa dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) psikis dan dituntut 1 tahun kurangan penjara.

Akibat dari putusan tersebut, Aspidum Kejati Jabar dinonaktifkan Kejagung lantaran ditemukan pelanggaran.

Baca Juga: Bandung City View 2 Digugat, REI Jabar Minta Polda-Kejati Jabar Berantas Mafia Tanah

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

12 Anggota GMBI Dituntut Satu Tahun Bui

Rabu, 6 Juli 2022 | 18:15 WIB
X