• Senin, 24 Januari 2022

Prodi Bahasa Inggris Universitas Widyatama Bagikan Tips and Tricks TOEFL

- Jumat, 19 November 2021 | 15:08 WIB
Prodi Bahasa Inggris Universitas Widyatama menggelar pelatihan tips and tricks TOEFL. (istimewa)
Prodi Bahasa Inggris Universitas Widyatama menggelar pelatihan tips and tricks TOEFL. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris Universitas Widyatama menyelenggarakan pelatihan tips and tricks Test of English as a Foreign Language (TOEFL) bagi siswa-siswi SMK Mahardika Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) secara daring.

Hal ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dari para dosen UTama. Ketua Prodi Bahasa Inggris UTama Ervina CM Simatupang mengatakan latar belakang kegiatan itu karena semakin perlunya penguasaan bahasa Inggris di era digital sekarang ini termasuk bagi para pelajar.

TOEFL diakuinya menjadi alat ukur untuk mengetahui tingkatan kemampuan berbahasa Inggris seseorang. Selain itu juga digunakan untuk mendiagnosa tingkatan kemampuan bahasa Inggris seseorang.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMA/SMK di KCD Wilayah VII Mesra Menjalin Kerja Sama dengan Universitas Widyatama

“Pemberian pelatihan ini dianggap penting, supaya siswa-siswi dibekali dengan pengenalan TOEFL, sehingga mereka mendapatkan added value sertifikat TOEFL," kata Ervina CM Simatupang, Jumat 19 November 2021.

Menurutnya, ada tiga alasan kenapa belajar TOEFL yakni persiapan masuk dunia kerja, persiapan beasiswa serta persiapan pertukaran pelajar. Juga pemahaman dalam menguasai structure, dimana structure di bagi menjadi dua bagian yaitu Incomplete Sentence dan error recognition.

Dia juga mengungkapkan, untuk memperoleh skor TOEFL terbaik tidak cukup mengandalkan kemampuan bahasa Inggris semata, namun harus memahami strategi selama mengerjakan tes TOEFL.

Baca Juga: Universitas Widyatama Mewisuda 1.338 Wisudawan dan Wisudawati Gelombang II Secara Daring

“Misalnya dalam Reading Comprehension Section (Section 3 dalam tes TOEFL) terdapat 5-6 teks yang diikuti 50 soal dengan waktu hanya 55 menit. Secara logika dengan waktu yang sangat terbatas, tampaknya tidak mungkin ke 50 soal tersebut dapat diselesaikan dengan baik, karena konten setiap teks sangat akademis yang meliputi berbagai bidang ilmu, belum lagi kosakata di dalamnya yang jarang ditemui sehari-hari," kata Ervina CM Simatupang.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X