• Senin, 24 Januari 2022

100 Kios di Pasar Gunung Halu Roboh Usai Diterjang Hujan dan Angin Kencang

- Jumat, 19 November 2021 | 16:53 WIB
Setidaknya sebanyak 100 kios berukuran 2,5 x 2 meter di Kampung Pasirjaya RT 02/RW 17, Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ambruk. (Agus Satia Nagara)
Setidaknya sebanyak 100 kios berukuran 2,5 x 2 meter di Kampung Pasirjaya RT 02/RW 17, Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ambruk. (Agus Satia Nagara)
INILAHKORAN, Ngamprah- Setidaknya sebanyak 100 kios berukuran 2,5 x 2 meter di Kampung Pasirjaya RT 02/RW 17, Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ambruk.
 
Sebanyak 100 kios, itu ambruk lantaran diterjang hujan dan angin kencang yang melanda wilayah Gunung Halu.
 
Bangunan pasar desa tersebut kebanyakan ditempati para pedagang pakaian, kain, aksesoris dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
 
Kepala Desa Gununghalu Isep Heriatna mengatakan, bangunan pasar desa tersebut ambruk pada Kamis 18 November 2021 sekitar pukul 14.30 WIB.

 
Ia menjelaskan, saat itu sedang terjadi hujan deras dengan disertai angin kencang, sehingga memicu ambruknya pasar yang hanya digunakan berjualan setiap hari Sabtu saja, setiap pekannya.
 
"Kita sudah periksa bersama unsur babinsa dan bhabinkamtibmas, penyebab ambruknya bangunan pasar rakyat itu adalah karena cuaca ekstrem, dan bukan karena adanya sabotase," katanya, Jumat 19 November 2021.
 
Ia mengaku, tak ada jiwa atau terluka akibat peristiwa tersebut. Pasalnya, pada saat kejadian kondisi pasar tengah sepi.
 
Kendati demikian, dirinya memastikan jika aktivitas berjualan para pedagang pada Sabtu 20 November 2021 besok lumpuh, lantaran proses perbaikan memerlukan waktu cukup lama. 
 
 
Lebih lanjut ia menjelaskan, bangunan pasar yang ambruk itu adalah bangunan baru yang dibangun oleh pihak pengembang selaku pemilik kontrak kerja sama selama 20 tahun. 
 
"Awalnya lokasinya berada di bagian barat bangunan pasar lama, tapi karena lahannya dibangun lapang lalu dipindahkan ke sebelah timur dari pasar lama pada tahun 2018," jelasnya.
 
Ia menerangkan, secara keseluruhan di pasar ini terdapat total 250 pedagang. Tak hanya dari Gununghalu, namun ada juga dari kecamatan lain, seperti dari Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, hingga Cimahi. 
 
 
Khusus bangunan lama, lanjut dia, digunakan untuk jualan komoditas sayuran dan produk basahan. Setiap Sabtu pasar ini biasanya ramai oleh pembeli dari mulai subuh hingga siang. 
 
"Kalau bangunan pasar yang lama tetap kokoh gak apa-apa, yang ambruk adalah bangunan baru, dibangun 2018 dan tahun 2020 sempat diperbaiki atapnya," bebernya.
 
Disinggung soal rencana perbaikan, ia mengaku masih bingung mencari pendanaan. Sebab pihak pengembang tidak mau bertanggungjawab dan menyerahkan hal tersebut ke pihak desa. 
 
"Di satu sisi, anggaran desa sudah dialokasikan untuk program seperti penanganan COVID-19, terlebih saat ini sudah diakhir tahun," ujarnya.
 
 
Kendati demikian, tambah dia, pihaknya bakal mengupayakan agar aktivitas pasar secepatnya kembali normal.
 
"Kita sudah lapor ke Plt Bupati dan Disperindag, karena bingung mencari anggaran pembangunannya," ujarnya.
 
"Paling tidak dibutuhkan dana sekitar Rp130-150 juta dan perbaikannya kemungkinan lebih dari dua bulan," tambahnya.***(agus satia negara) 
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polrestabes Bandung Gencarkan Penyemprotan Anti DBD

Sabtu, 22 Januari 2022 | 18:49 WIB

Dinsos Kota Bandung Akui Sulit Vaksinasi Anjal

Sabtu, 22 Januari 2022 | 13:47 WIB
X