Anggota Ekskul KPMP SMAN 15 Bandung Diajari Teknik Penyajian Minuman Kopi

Ekskul KPMP SMAN 15 Bandung punya gawean, Kali ini, anggota diajari Bayu Tresna tentang jenis kopi serta perbedaannya.

Anggota Ekskul KPMP SMAN 15 Bandung Diajari Teknik Penyajian Minuman Kopi
Ekskul KPMP SMAN 15 Bandung diajari Bayu Tresna terkait penyajian minuman kopi.

INILAHKORAN, Bandung - Ekskul KPMP SMAN 15 Bandung punya gawean, Kali ini, anggota diajari Bayu Tresna tentang jenis kopi serta perbedaannya.

Bayu Tresna tergolong penyuka minuman kopi. Bahkan, dia kuliah khusus di Italia dan mengambil jurusan barista. Dia ingin menyalurkan ilmunya kepada siswa-siswi SMAN 15 Bandung.

Ketua KPMP SMAN 15 Bandung Ariq Amanullah Putra mengatakan, di materi ajar itu para anggota gelajar tentang jenis kopi, bagaimana perbedaan kopinya, alat dan teknik yang digunakan seperti apa, hingga sejarah kopi.

Selain belajar tentang jenis kopi, anggota ekskul itu juga membuat minuman berbahan dasar kopi.

Baca Juga: Tingkatkan Skill Bahasa, Siswa-siswi SMAN 15 Bandung Ikuti Ekskul KPMP

"Terus teknik yang digunakan menggunakan teknik V60. Jadi, teknik V60 itu adalah menuangkan air panas secara perlahan di sekitar bubuk kopi di atas alat dengan gerakan melingkar, antara kopi sama air itu perbandingannya harus jelas, karena menentukan komposisi dan cita rasa tersebut," kata Ariq Amanullah Putra, Minggu 21 November 2021.

Kendala yang dihadapi dalam membuat kopi ini, kata Ariq Amanullah Putra, cukup rumit. Karena, dalam membuat kopi itu harus ada perbandingannya, apakah kopinya terlalu kental atau cair.

"Dalam tekniknya itu, gimana sih cara menuangkan yang benar itu, terus bagaimana kendalanya. Jadi, mungkin masih bingung aja dan rumit dalam penangannya, karena belum terbiasa apalagi menggunakan perbandingan gitu. Mungkin ada timbangannya kelebihan, jadi kita harus atur cara, terus mungkin kopinya kurang enak, harus tahu komposisiya yang baik," paparnya.

Baca Juga: Siap Laksanakan PTM Terbatas, 98 Persen Siswa-siswi SMAN 15 Bandung Sudah Divaksin

Lebih lanjut dia menambahkan, manfaat dalam membuat kopi adalah, bahwa dirinya bisa mengetahui proses barista dan cara membuat kopi yang baik dan benar.

"Kalau sewaktu-waktu saya menjadi barista, jadi saya sudah punya basic-nya, dan saya bisa lebih maju dibanding yang lain, jadi kita bisa lebih belajar dibanding yang lain. Kita kan, SMA kelas X dan XI, yang lain itu masih baca atau main games, kita kelas X dan XI bisa membuat kopi. Instagramnya @kpmp.libels dan @riku_putra," pungkasnya.***(okky adiana)


Editor : inilahkoran