• Kamis, 20 Januari 2022

Kajati Jabari: Wartawan Bukan untuk Ditakuti, Hadapi Jelaskan Apa Adanya

- Selasa, 23 November 2021 | 13:01 WIB
Kajati Jabar Asep Nana Mulyana saat bersilaturahmi dengan pengurus PWI Jawa Barat.
Kajati Jabar Asep Nana Mulyana saat bersilaturahmi dengan pengurus PWI Jawa Barat.

 

INILAHKORAN, Bandung, -  Banyak pihak yang merasa takut atau terintimidasi didatangi wartawan. Jika tidak punya kesalahan, kenapa harus takut.

Kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Asep Nana Mulyana, jangan takut menghadapi wartawan. Kalau ada wartawan datang ke kantor. Hadapi, jelaskan apa adanya. Sejauh kerja wartawan sesuai dengan tugas jurnalistiknya.

"Kalau ada wartawan datang ke kantor kita dan bertanya sesuatu yang memang tupoksi kita, hadapi. Jelaskan apa adanya. Wartawan bukan untuk ditakuti atau dijauhi tapi ajaklah berdiskus," kata Asep Nana, saat bersilaturahim dengan jajaran pengurus PWI Jabar di Kantor PWI Jabar, Jalan Wartawan 2 Nomor 23, Kota Bandung, Senin (22/11/2021).

Baca Juga: Kajati Jabar: Pulihkan Citra Lembaga Kejaksaaan

Dalam kunjungan ke Kantor PWI Jawa Barat, Kajati hadir didampingi sejumlah pejabat utama Wakajati Sungarpin, Asintel Sugeng Hariadi, Asdatun Wahyudi, Asbin Benny Darmawan, Kajari Kota Bandung M Iwa Suwia Pribawa, Kajari Kabupaten Bandung Sunarko, serta Kasi Penkum Dodi Gazali Emil. Rombongan diterima Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat dan para pengurus harian.

Asep menuturkan, apabila ada wartawan yang datang ke kantor kejaksaan untuk bertanya perkembangan kasus, setiap kajari harus terbuka untuk menjelaskannya.

Baca Juga: Wartawan Saat Bertugas Dikriminalisasi, Kajati Jabar Siap Dampingi Sesuai Tupoksi

"Jelaskan saja perkembangan kasus yang sedang diselidiki dan berikan pengertian bahwa kasus A masih berjalan. Apabila memang ada hal-hal yang harus ditunda sementara publikasinya karena untuk mencegah pelaku kabur atau menghilangkan barang bukti, sampaikan. Saya yakin, dengan keterbukaan itu teman-teman wartawan akan sangat mengerti karena itu terkait proses penyidikan. Kalau tidak dijelaskan, malah nanti ada pemikiran yang tidak-tidak dari media atau publik," ujar pria asal Tasikmalaya ini.

Asep tidak mau mendengar ada berita seorang kajari di Jabar yang kabur dari pintu belakang untuk menghindari pertanyaan para wartawan.

Halaman:

Editor: tantan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Antisipasi Varian Omicron, Pemkot Bandung Kaji WFH

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:09 WIB

Temui Vandalisme, Yana Mulyana : Jangan Sungkan Lapor

Sabtu, 15 Januari 2022 | 11:19 WIB
X