• Kamis, 9 Desember 2021

Disbudpar Kota Bandung Sajikan 78 Event di 2022

- Rabu, 24 November 2021 | 20:03 WIB
Kadisbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari (Yogo Triastopo)
Kadisbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari (Yogo Triastopo)
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung kembali meluncurkan Calender of event 2022 di Hotel eL Royale, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu 24 November 2021.
 
Kadisbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, ada 78 event yang akan digelar di Calender of event 2022 nanti. Selain itu, pihaknya juga akan membagi dan membentuk top ten event. 
 
"Yang sudah terkumpul itu ada 78 event. Nah kita akan bagi lagi, dan nanti ada top ten nya. Jadi nanti 10 event sudah kita akurasi, dan sisanya akan tetap kita promosikan. Jadi yang 10 itu event besarnya," kata Kenny. 
 
 
Namun dituturkan dia, event Asia Afrika festival dan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) yang biasa dilaksankan secara meriah tidak akan dimasukkan kedalam top ten 2022.
 
"Kalau misalnya kaya yang Asia Afrika (Asia Afrika Festival) dan HJKB itu tetap ada, tapi itu tidak masuk Top Ten. Tapi, justru yang baru-baru seperti Keukekun dan banyak ke lebih ekonomi kreatif selain seni budaya. Jadi intinya seni budaya dan ekonomi kreatif yang lebih mendominasi untuk tahun depan," ucapnya.
 
Menurutnya, dalam kalender 2022 nanti. Disbudpar Kota Bandung akan menggelar even secara online dan offline. Sebab, dikhawatirkan pada 2022 mendatang pandemi Covid-19 masih terjadi.
 
 
"Jadi untuk di tahun depan itu diharapkan event-event yang bisa memberikan inovasi dan juga menyesuaikan dengan Pendemi ini (Covid-19). Dan kebanyakan mereka (Penyelenggara Event) mengunakan teknologi minimal Hybrid seperti online dan offline, dan online masih mendominasi karena kita tidak tahu tahun depan seperti apa," ujar dia. 
 
Kenny menambahkan, untuk menggelar event secara offline. Pihaknya akan menyesuaikan dengan kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Bandung
 
"Nanti disesuaikan dengan Pandemi Covid-19 ini. Jadi kalau misalnya tidak memungkinkan dilaksanakan kita akan pending dulu. Atau misalnya dilaksanakan secara online 100 persen, kenapa tidak. Sekarang kan sudah musim menggunakan green screen, atau teknologi dan sebaginya," tandasnya. *** (Yogo Triastopo) 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Foto: Penataan Kawasan Alun alun Bandung

Rabu, 8 Desember 2021 | 18:25 WIB

Nataru, Polrestabes Bandung Berlakukan Gage

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:24 WIB

Ini Alasan Larangan Perayaan Tahun Baru di Bandung

Rabu, 8 Desember 2021 | 12:16 WIB

Resmi, PKL Dilarang Mangkal di Alun-alun Bandung

Rabu, 8 Desember 2021 | 12:05 WIB
X