• Kamis, 9 Desember 2021

Kades Gununghalu Pusing, Proses Perbaikan Pasar Ambruk Ditanggung Pihak Desa

- Kamis, 25 November 2021 | 19:16 WIB
logo inilahkoran
logo inilahkoran



INILAHKORAN, Ngamprah - Proses perbaikan Pasar Desa Gununghalu yang sempat ambruk usai diterjang hujan deras disertai angin kencang kini ditanggung pihak desa.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ricky Riyadi). Menurutnya, pasar tersebut merupakan pasar desa dan berdiri di tanah carik desa, sementara Disperindag berkewenangan terhadap pasar-pasar yang dikelola pemerintah daerah dan berdiri di tanah milik pemda.

"Kami sudah mendapatkan tembusan laporan dari Pemdes Gununghalu soal bangunan pasar yang ambruk. Tapi tidak bisa berbuat banyak, termasuk tidak bisa menganggarkan untuk perbaikannya, karena itu pasar desa yang kewenangannya di desa," katanya, Kamis 25 November 2021.

Baca Juga: Hari Pahlawan 2021: Kisah Guru SMPN di Gununghalu Gaungkan Literasi tanpa Bantuan Pemerintah

Ia mengaku, pihaknya hanya dapat membantu mengarahkan pihak desa agar membuat tembusan laporan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

Sebab, sambung dia, kewenangan dan pengelolaan untuk pasar desa di ranah pemerintah daerah ada di dinas tersebut.

"Saya sudah sampaikan hal tersebut kepada Pa Camat dan Pa Kades agar buat surat juga ke DPMD, supaya ada korelasinya," ujarnya.

Baca Juga: Ademnya Situ Rancabolang di Gununghalu, Wisata Danau Alami yang Rekomended untuk Piknik Keluarga

Selain itu, ucap dia, pihaknya pun turut prihatin dengan kejadian yang menimpa Pasar Desa Gununghalu. Kondisi itu terjadi akibat cuaca ekstrem hujan yang disertai angin kencang, beruntung tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa tersebut.

"Semoga hal tersebut tidak sampai terjadi lagi ke depannya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gununghalu Isep Heriatna mengaku, cukup dibuat pusing dengan rencana perbaikan pasar yang berada di Kampung Pasirjaya, RT 02/17, Gununghalu, tersebut.

Baca Juga: Bukan Halu....Situs Keramat Gununghalu Ini Kerap Dikunjungi Wisatawan Singapura, Apa Sih Istimewanya?

Pasalnya, kata dia, anggaran perbaikan untuk membangun lagi 100 kios yang ambruk diprediksi membutuhkan biaya sekitar Rp130 juta-Rp150 juta.

"Kita sedang berupaya mencari anggaran yang bisa dialokasikan untuk perbaikan pasar. Tapi kondisinya anggaran desa sudah dialokasikan untuk program lain, dan saat ini sudah diakhir tahun," tandasnya. (agus satia negara) ***

 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Foto: Penataan Kawasan Alun alun Bandung

Rabu, 8 Desember 2021 | 18:25 WIB

Nataru, Polrestabes Bandung Berlakukan Gage

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:24 WIB

Ini Alasan Larangan Perayaan Tahun Baru di Bandung

Rabu, 8 Desember 2021 | 12:16 WIB

Resmi, PKL Dilarang Mangkal di Alun-alun Bandung

Rabu, 8 Desember 2021 | 12:05 WIB
X