• Kamis, 9 Desember 2021

Bukan Cuma Utang Rp40 Ribu, Ini Motif Teman Tebas Leher Teman di Padalarang

- Kamis, 25 November 2021 | 20:30 WIB
Kasus teman tebas teman di Padalarang akhirnya berhasil diungkap polisi. (Ilustrasi/InilahKoran)
Kasus teman tebas teman di Padalarang akhirnya berhasil diungkap polisi. (Ilustrasi/InilahKoran)
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Kasus pembunuhan terhadap Agus Ahmad alias Age (45) yang tewas ditebas dibagian leher oleh pelaku Abi Hamzah alias Dodoy Bin Tatang dengan menggunakan golok yang biasa digunakan untuk mengupas kelapa kini terungkap.
 
Tak hanya dipicu utang Rp40 ribu, pelaku yang berjualan kelapa muda dan oli kendaraan di Kampung Gantungan, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ini juga mengaku tersinggung oleh ucapan korban kepada dirinya.
 
Sebelumnya, kasus pembunuhan yang terjadi pada Selasa (16/11) sekitar pukul 19.10 WIB di Kampung Gantungan, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, KBB, ini sempat menghebohkan. 
 
 
Pasalnya korban ditemukan dengan luka tebas di bagian leher sepanjang 20 sentimeter. Pelaku kemudian ditangkap petugas tiga jam usai kejadian di rumah mertuanya.
 
"Betul saya ditagih utang, tapi waktu itu saya juga tersinggung sama kata-kata dia yang berkata kasar dan tidak pantas," kata pelaku Abi Hamzah saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Cimahi, Kamis 25 November 2021.
 
Ia mengaku, dirinya didatangi korban ditempatnya sehari-hari berjualan kelapa muda. Saat itu korban datang dalam keadaan mabuk dan langsung memaki-maki dirinya dengan perkataan yang tidak pantas yang membuat dirinya emosi. 
 
 
"Apalagi saat itu korban juga memukul lebih dulu kepada dirinya ke bagian kepala," ujarnya.
 
Karena emosi, lanjut dia, dirinya spontan mengambil golok yang biasa dipakai untuk mengupas kelapa lalu mengayunkannya ke leher korban hingga terluka dan akhirnya tewas. 
 
"Saat itu saya tebas lehernya karena, saya emosi dan sebelumnya juga ada kesalahpahaman karena tersinggung," ujarnya yang mengaku saat kejadian dirinya tidak  dalam kondisi mabuk. 
 
Disinggung soal utang, dirinya menyebut, jika utang oli sebesar Rp40.000 telah dibayarkan kepada bos dari korban. Namun korban bersikukuh datang ke tempat jualannya, kalau dirinya masih punya utang dan belum dibayar. 
 
"Utang oli saya seharga Rp40.000, itu juga sudah saya bayar ke pemilik bengkel, bosnya korban itu," ucapnya. (agus satia negara) ***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Foto: Penataan Kawasan Alun alun Bandung

Rabu, 8 Desember 2021 | 18:25 WIB

Nataru, Polrestabes Bandung Berlakukan Gage

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:24 WIB

Ini Alasan Larangan Perayaan Tahun Baru di Bandung

Rabu, 8 Desember 2021 | 12:16 WIB

Resmi, PKL Dilarang Mangkal di Alun-alun Bandung

Rabu, 8 Desember 2021 | 12:05 WIB
X