HUT PGRI ke-76, Pendidikan Karakter Jadi Tantangan di Tengah Pandemi Covid-19

HUT ke-76 PGRI dimaknai khusus. Pesatnya perkembangan era digital dan pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri.

HUT PGRI ke-76, Pendidikan Karakter Jadi Tantangan di Tengah Pandemi Covid-19
Ketua PGRI KBB Asep Dendih mengatakan, momen HUT PGRI ke-76 di KBB akan dipusatkan di Plaza Mekarsari pada, Senin 29 November 2021.

INILAHKORAN, Ngamprah - Momentum HUT PGRI ke-76 memiliki makna tersendiri bagi sebagian guru di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pasalnya, peringatan HUT PGRI ke-76 ini dipenuhi dengan beragam tantangan. Tak hanya dari pesatnya perkembangan era digital, tapi juga pandemi Covid-19 yang begitu berdampak bagi dunia pendidikan di KBB.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) KBB Asep Dendih mengatakan, momen HUT PGRI ke-76 di KBB akan dipusatkan di Plaza Mekarsari pada, Senin 29 November 2021.

Baca Juga: PTM atau PJJ, PGRI Kota Bandung Dukung Pelaksanaan PTM Terbatas

"Untuk kegiatan hari ini, rekan-rekan guru mengadakan berbagai kegiatan di masing-masing kecamatan. Karena anggotanya begitu banyak, kita pun harus saling menghormati dan menjaga protokol kesehatan," katanya, Jumat 26 November 2021.

Ia menyebut, kegiatan yang dilakukan di masing-masing kecamatan itu berupa bakti sosial seperti pembagian sembako di masing-masing cabang sebagai wujud dari kebersamaan antara PGRI dan masyarakat.

Selain itu, lanjut dia, sebagai simbol kekuatan PGRI di seluruh jalan di KBB terpasang bendera PGRI.

Baca Juga: Begini Reaksi PGRI Jabar Soal Rencana Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

"Itu sebagai wujud dari kebanggaan dan solidaritas bahwa HUT PGRI ke-76 ini menjadi bentuk rasa syukur para guru karena PGRI sudah menginjak usia ke-76," bebernya.

Sementara itu, di tingkat kabupaten ada dua kegiatan yaitu kegiatan bersih-bersih di Plaza Mekarsari dan Masjid Ash Shidiq.

"Jumlah anggota PGRI yang akan berpartisipasi sebanyak 480 orang. Kemudian, pada hari H, 480 orang akan turut hadir ditambah dengan Korpri KBB," sebutnya.

Ia menilai, saat ini kesejahteraan para guru di KBB sudah mulai menggeliat. Hal itu bisa dilihat dari testimoni yang akan disampaikan para guru dan kepala sekolah yang akan menyampaikan langsung tentang sejauhmana perhatian pemerintah terhadap PGRI.

Baca Juga: PGRI Jabar Gelar Doa Istigosah

Kendati kesejahteraan tersebut belum merata, kata dia, ada sedikit kebanggaan dan arti sebuah kebersamaan, serta solidaritas.

"Era digitalisasi dan pandemi Covid-19 saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi para guru. Tapi, penguasaan digitalisasi di revolusi industri 4.0, para guru sudah mampu mengimbangi melalui teknologi yang digunakan dalam pembelajaran daring," terangnya.

Namun demikian, sambung dia, pada kesempatan saat ini penerapan pendidikan karakter masih menjadi beban yang berat, terlebih di tengah pandemi Covid-19 lantaran siswa yang satu tahun lebih tidak mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM).

Baca Juga: HPN 2021, Begini Harapan Ketua PGRI Kota Bandung

"Solusinya adalah harus ada terobosan dari para guru agar bisa membangun karakter siswa. Dalam hal ini, bukan hanya soal kepintaran, tapi juga karakter siswanya juga harus terbentuk," jelasnya.

Karenanya, ia mengajak kepada seluruh elemen PGRI dari masing-masing cabang hingga ranting untuk tetap menjaga kebersamaan, karena hal itu menjadi kunci untuk membuat sebuah kemajuan dalam bidang pendidikan.

"Persatuan guru dapat diwujudkan dengan solidaritas, dengan rasa kebanggaan diri dalam membentuk karakter siswa di tengah pandemi agar bisa menjawan seluruh tantangan yang ada," ujarnya. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran