• Senin, 27 Juni 2022

Deteksi Dini TBC dan PTM, Dinkes Kota Bandung Lakukan Skrining 6.000 Warga

- Jumat, 26 November 2021 | 17:50 WIB
Dinkes Kota Bandung bekerja sama dengan The Global Fund, Kementerian Kesehatan, dan Dinkes Jabar mengadakan kegiatan Kolabosari Penemuan Kasus TBC Secara Aktif dan Pemeriksaan Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Gedung RW 02 Maleber, Kota Bandung pada 23-30 November 2021. (istimewa)
Dinkes Kota Bandung bekerja sama dengan The Global Fund, Kementerian Kesehatan, dan Dinkes Jabar mengadakan kegiatan Kolabosari Penemuan Kasus TBC Secara Aktif dan Pemeriksaan Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Gedung RW 02 Maleber, Kota Bandung pada 23-30 November 2021. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Dinkes Kota Bandung merilis angka penemuan kasus TBC masih 71%. Guna deteksi dini, Dinkes Kota Bandung melakukan skrining terhadap 6.000 warga.

"Target skrining itu tersebar di 60 kelurahan se-Kota Bandung. Meskipun masih menghadapi pandemi Covid-19, kita tidak boleh abai ancaman penyakit lain seperti TBC, HIV, dan PTM (Penyakit Tidak Menular) lainnya," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2PM) Dinkes Kota Bandung Ira Dwi Jani, Jumat 26 November 2021.

Menurutnya, penanggulangan TBC dan pengendalian faktor risiko PTM merupakan layanan esensial yang wajib dilaksanakan meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19. Tujuan skrining Dinkes Kota Bandung itu untuk melakukan deteksi dini penyakit yang ada di masyarakat dan memutuskan rantai penularannya.

Baca Juga: Jalan Berliku Menuju Indonesia Bebas TBC 2030

Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung bekerja sama dengan The Global Fund, Kementerian Kesehatan, dan Dinkes Jabar mengadakan kegiatan Kolabosari Penemuan Kasus TBC Secara Aktif dan Pemeriksaan Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Gedung RW 02 Maleber, Kota Bandung pada 23-30 November 2021.

Dia menuturkan, sejauh ini TBC masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia. Di dunia, Indonesia menempati urutan ke-2 setelah India dengan beban TBC terbanyak.

Indonesia termasuk salah satu dari 30 negara dengan triple burden desease yaitu TBC, TBC Resisten Obat, dan TBC-HIV. Permasalahan utama dalam penanggulangan TBC adalah penemuan kasus yang masih rendah (angka Indonesia baru 69%), angka kematian karena TBC cukup tinggi yaitu 13 orang per jam serta kasus TBC yang belum ditemukan.

Baca Juga: TBC Mengganas di Lapas Jelekong Bandung

Di Indonesia, angka kematian PTM meningkat setiap tahunnya. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi penyakit stroke 10,9 per 1.000, penyakit jantung koroner 1,5%, diabetes mellitus 1,5%, hipertensi 34,1%, dan asma 2,4%.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal SIM Keliling Bandung Senin 27 Juni 2022

Senin, 27 Juni 2022 | 08:05 WIB

Setitik Asa di Tapal Batas Gununghalu Ciwidey KBB

Minggu, 26 Juni 2022 | 17:23 WIB
X