• Rabu, 26 Januari 2022

Ketua Umum Partai Gelora Anis Mata ke Bandung Deklarasikan Perlawanan Terhadap Perubahan Iklim

- Minggu, 28 November 2021 | 13:37 WIB
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Mata hadir di Kampung Cikoneng 3 (istimewa)
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Mata hadir di Kampung Cikoneng 3 (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung-Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Mata hadir di Kampung Cikoneng 3, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/11/2021).

Anis Matta yang hadir bersama Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah dan Sekretaris Jenderal Partai Gelora, Mahfudz Shiddiq disambut kader, simpatisan, dan warga setempat serta kesenian tradisional reak.

Kehadiran Anies Matta di kampung yang terletak di kaki Gunung Manglayang itu untuk mendeklarasikan perlawanan terhadap perubahan iklim yang dinilainya sudah dalam kondisi darurat. Kaki Gunung Manglayang sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah resapan air di kawasan Bandung Raya.

Baca Juga: Partai Gelora Jabar: Kebijakan Pro Perempuan Belum Akomodatif

Deklarasi ini juga menandai gerakan perlawanan perubahan iklim malalui gerakan Gelora Tanam 10 Juta Pohon secara serentak oleh seluruh kader dan simpatisan Partai Gelora di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, Anis pun sempat menyapa kadernya di 33 provinsi yang juga tengah melakukan penanaman pohon melalui Zoom.

"Kita berkumpul hari ini untuk memulai satu tekad, di Kampung Cikoneng ini, kita ingin deklarasikan semangat melawan perubahan iklim karena Indonesia sudah menghadapi darurat perubahan iklim," tegas Anis di sela kegiatan.

Menurut Anis, pertumbuhan ekonomi yang luar biasa sejak revolusi Industri telah membawa dampak besar, yakni kerusakan lingkungan. Kondisi tersebut mengakibatkan perubahan iklim yang memicu berbagai bencana alam, seperti longsor, banjir, hingga perubahan iklim.

Baca Juga: Andi Arief Sentil Fahri Hamzah, Sebut-sebut AD ART Partai Gelora

"Akibat perubahan suhu, udara naik begitu cepat. Perlahan-lahan kita merasakan bukan hanya banyaknya bencana longsor, banjir, kebakaran hutan, tapi yang lebih buruk tempat hunian kita perlahan-lahan semakin tidak nyaman dihuni," katanya.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X