• Rabu, 19 Januari 2022

Dukung Kota Layak Anak, Pengusaha Bentuk APSI Kota Bandung

- Senin, 29 November 2021 | 16:20 WIB
Pemkot Bandung menggandeng pengusaha untuk mewujudkan Kota Layak Anak.
Pemkot Bandung menggandeng pengusaha untuk mewujudkan Kota Layak Anak.
 
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota Bandung menggandeng pengusaha untuk mewujudkan Kota Layak Anak dengan membentuk APSAI.
 
Pasalnya, Pemkot Bandung sangat membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkannya. Hanya dengan begitu, Kota Layak Anak Kota Bandung bisa diwujudkan.
 
Ajakan kolaborasi menjadikan Bandung Kota Layak Anak tersebut disambut positif para pengusaha dengan membentuk Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Bandung, Senin 29 November 2021
 
Salah seorang pengusaha, Rustam Hutabarat mengaku mendukung program Pemkot Bandung terkait Kota Layak Anak. Sehingga ia bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Bandung siap untuk mengumpulkan para pengusaha untuk membentuk kepengurusan APSAI Kota Bandung.
 
 
"Kami dari Kadin mendukung. Karena Kadin sendiri tidak hanya menggaungkan tentang anak, tetapi lansia, orangtua, ayah, dan ibu," kata Rustam yang juga Ketua 1 Bidang Organisasi Kadin Kota Bandung.
 
Menurutnya, Kadin Kota Bandung juga sebelumnya telah memiliki program pada permasalahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan terhadap anak. Kadin mengajak para pengusaha dan stakeholder lain untuk sama-sama peduli dengan hal tersebut.
 
"Karena, bagaimana pun juga anak-anak ini, 5-10 tahun mendatang menjadi pemimpin, generasi penerus. Ini harus dibina, tidak hanya oleh Pemerintah saja, Pengusaha juga harus membantu, terlebih bonus demografi juga sudah mulai terlihat," ucapnya. 
 
 
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, Kota Layak Anak harus memiliki sistem pembangunan berbasis pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.
 
"Tentunya  dalam kebijakan baik kebijakan program dan kegiatan pembangunan lainnya. Oleh karena itu kata komitmen yang terintegrasi menjadi kata kuncinya. Ini merupakan bagian dari upaya-upaya optimal kita di dalam menghadirkan program-program yang terintegrasi satu sama lain, karena Pemerintah terbatas, Dinas juga terbatas SDM-nya, APBD juga terbatas, banyak sekali kekurangan keterbatasan kami sebagai pemerintah di daerah," kata Oded. 
 
Oleh karena, Oded mengungkapkan kolaborasi integrasi program itu suatu keniscayaan, termasuk menghadirkan kota layak anak.
 
 
"Pesan saya yang terpenting adalah bagaimana kita membangun kolaborasi, integrasi semua pihak, seluruh stakeholder di Kota Bandung, khususnya para pengusaha yang memiliki kepedulian terhadap anak. Saya sampaikan apresiasi, ucapan terima kasih kepada semua para pengusaha," ucapnya. 
 
Sedangkan Kepala DP3A Kota Bandung, Rita Verita menyampaikan, Kota Bandung merupakan kota yang memiliki komitmen di dalam mewujudkan kota layak anak dan bertanggung jawab dalam memenuhi hak anak, serta melindungi mereka dari kekerasan dan eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah lainnya.
 
"Kota Bandung yang memiliki visi unggul nyaman sejahtera dan agamis, siap untuk mengimplementasikan kebijakan kota layak anak sebagai salah satu program untuk mencapai visi yang telah ditetapkan di dalam merealisasikan komitmen, harapan, dan tujuan Kota Layak Anak sesuai dengan empat pilar," kata Rita. 
 
 
Menurut dia, potensi anak sangat penting, mereka merupakan generasi penerus masa depan bangsa, penentu kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi pilar utama pembangunan. Sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya dan mendapatkan perhatian secara sungguh-sungguh dari semua elemen masyarakat.
 
"Di Indonesia tentunya sudah banyak sejumlah asosiasi ataupun perusahaan yang tergabung di dalam APSAI yang memberikan perhatian serius terhadap upaya pemenuhan hak anak. APSAI berupaya mendorong dan memastikan dunia usaha menjalankan praktik bisnisnya dengan praktik-praktik yang layak anak," ucapnya. *** (Yogo Triastopo) 

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X