Buruh KBB Kecewa Usulan UMK Ditolak, Hengky Bakal Keluarkan Kebijakan Ini

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan berencana mengeluarkan kebijakan strategis solusi terhadap aspirasi para buruh

Buruh KBB Kecewa Usulan UMK Ditolak, Hengky Bakal Keluarkan Kebijakan Ini
Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan
INILAHKORAN-Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan berencana mengeluarkan kebijakan strategis sebagai solusi terhadap aspirasi para buruh di wilayahnya.
 
Hal itu dilakukan menyusul penolakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar terhadap usulan Koalisi 9 Serikat Buruh terkait kenaikan UMK KBB 2022 sebesar 7 persen atau sebesar Rp3.475.663.
 
"Nanti kita akan keluarkan Perbub yang mangatur tentang skala upah dan diharapkan para pengusaha dapat menjalankan dengan baik," katanya, Rabu 1 Desember 2021.
 
 
Ia menyebut, kebijakan lain yang bakal segera direalisasikan adalah penyediaan transportasi antar jemput bagi buruh. Dengan begitu, setidaknya dapat meringankan beban ekonomi pekerja.
 
"Kita juga telah mempersilahkan bagi para buruh yang mempunyai produk UMKM akan difasilitasi untuk dipasarkan," sebutnya.
 
Sementara itu, Koordinator Koalisi 9 Serikat Buruh Bandung Barat, Dede Rahmat mengaku kecewa dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Pemprov Jabar tersebut.
 
 
"Kenaikan UMK tidak naik sesuai rekomendasi, karena Pemprov Jabar pakai skema PP 36.Padahal aturan itu merupakan turunan UU Cipta Kerja yang divonis MK melanggar konstitusi," ujarnya.
 
Ia menilai, kebijakan Pemrov tersebut merupakan bukti ketidakberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan buruh saat ini.
 
"Ini bukti gubernur tak pro terhadap nasib buruh. Padahal sejak awal aturan itu ditolak buruh karena merugikan kita," ujarnya.
 
 
Rencananya, lanjut dia, serikat buruh bakal melakukan konsolidasi untuk melakukan langkah selanjutnya. FSPMI sendiri secara organisasi telah memutuskan melakukan mogok nasional pada tanggal 6-9 Desember 2021. 
 
"Secara organisasi kita akan mogok nasional 6-9 Desember 2021 merespons keputusan ini, tapi kita akan konsolidasi bersama serikat buruh lain," tandasnya. (agus satia negara) ***
 
 
 
 
 


Editor : inilahkoran