• Senin, 24 Januari 2022

Epidemi Kasus HIV AIDS di KBB Melonjak, Ini Wilayah Terbanyaknya

- Rabu, 1 Desember 2021 | 22:30 WIB
Pengelola Program HIV AIDS, Anjar Ismail Kabupaten Bandung Barat (Agus Satia Negara)
Pengelola Program HIV AIDS, Anjar Ismail Kabupaten Bandung Barat (Agus Satia Negara)
INILAHKORAN- Epidemi kasus HIV AIDS di Kabupaten Bandung Barat (KBB) di tahun 2021 menunjukan peningkatan jumlah yang signifikan.
 
Hal itu terjadi seiring dengan peningkatan jumlah set up layanan tes HIV di KBB yang artinya jumlah kasus pun melonjak dan jangkauannya pun lebih meluas.
 
Pengelola Program HIV AIDS, Anjar Ismail mengatakan, sampai saat ini kasus HIV dan AIDS di KBB yang ditemukan telah mencapai sebanyak 474 kasus.
 
 
Ia menyebut, kasus yang terbanyak berada di wilayah Kecamatan Padalarang, Lembang dan Cikalong.
 
"Peningkatan jumlah penemuan kasus di komunitas LSL ( Laki Seks Laki). Status Epidemi HIV di Bandung Barat termasuk pada wilayah dengan epidemi terkonsentrasi artinya masih banyak ditemukan di populasi kunci," katanya, usai peringatan Hari AIDS Sedunia, Rabu 1 Desember 2021.
 
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, jelas dia, penemuan dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan.
 
 
"Penularan kasus HIV terbanyak berdasarkan kelompok resiko, pada Pengguna Jarum Suntik 9%  (turun 2-3 %) dan Heteroseksual 53% (naik 2-3 %), Kasus HIV pada Ibu Rumah Tangga  14 %, dengan penemuan kasus baru rata-rata 30 orang per tahun," jelasnya.
 
Sementara, lanjut dia, berdasarkan kelompok usia penularan banyak terjadi pada kelompok umur 21 – 29 th (52 %). 
 
Menurutnya, masalah lain dalam penularan HIV/AIDS di Indonesia adalah semakin meluasnya penularan ke orang-orang faktor resiko rendah, yaitu kepasangan seksual ODHA (Orang Dengan HIV AIDS)  yang sebagian besar wanita yang pada akhirnya beresiko menularkan pada janin yang dikandungnya.
 
 
"Sampai saat ini HIV AIDS masih menjadi permasalahan dan hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama," tuturnya.
 
Bukan hanya pemerintah, tenaga medis dan LSM saja, kata dia, tapi segenap masyarakat wajib turut serta berpartisipasi dalam penanggulangan HIV AIDS.
 
"Komisi Penanggulangan AIDS lembaga dan Dinas Kesehatan tengah concern terhadap isu ini," tandasnya. (agus satia negara)***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polrestabes Bandung Gencarkan Penyemprotan Anti DBD

Sabtu, 22 Januari 2022 | 18:49 WIB

Dinsos Kota Bandung Akui Sulit Vaksinasi Anjal

Sabtu, 22 Januari 2022 | 13:47 WIB
X