• Senin, 24 Januari 2022

Mahasiswa KNB ITB Asal Bangladesh Juara Favorit Berbicara Bahasa Indonesia

- Jumat, 3 Desember 2021 | 11:18 WIB
L:abid bin Bashar mahasiswa KNB ITB asal Bangladesh menjadi juara terfavorit lomba Berbicara Bahasa Indonesia. (Istimewa)
L:abid bin Bashar mahasiswa KNB ITB asal Bangladesh menjadi juara terfavorit lomba Berbicara Bahasa Indonesia. (Istimewa)


INILAHKORAN, Bandung - Mahasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi juara terfavorit lomba Berbicara Bahasa Indonesia.

Perlombaan tersebut diadakan oleh Afiliasi Pengajar dan Pengiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Jogja dengan tema "Indonesia di Mataku".

Ialah Labid bin Bashar dari Bangladesh yang merupakan mahasiswa internasional program KNB di ITB. Ia saat ini tercatat sebagai mahasiswa yang tengah menempuh studi magister pada jurusan Instrumentasi dan Kontrol, Fakultas Teknologi Industri (FTI).

Baca Juga: APBD 2022 Turun, Inilah Fokus Pemprov Jabar di Sektor Pendidikan Kata Legislator

Labid adalah satu-satunya pemenang yang berstatus mahasiswa penerima beasiswa KNB. Ia mampu bersaing dengan peserta lain yang merupakan pemelajar BIPA yang sudah belajar bahasa Indonesia lebih lama.

Labid mengatakan, sangat bersemangat mengikuti lomba tersebut. Ia mengaku telah berlatih selama 10 hari untuk mengasah kemampuannya berbahasa Indonesia yang direkam dalam video berdurasi 4 menit khusus untuk lomba.

Dari ikut lomba tersebut, ia mendapatkan banyak manfaat, pertama Labid merasa percaya dirinya muncul. Kedua, dia bisa menaikkan level ketepatan pengucapannya dalam waktu singkat yang cukup sulit untuk diraih bagi murid kebanyakan.

Baca Juga: HUT PGRI ke-76, Pendidikan Karakter Jadi Tantangan di Tengah Pandemi Covid-19

“Saya bangga karena bisa melewati kompetisi tersebut dan jadi perwakilan mahasiswa internasional ITB,” jelasnya, melalui siaran pers, Jumat 3 Desember 2021.

Dia mengatakan, mempelajari bahasa baru butuh waktu bertahun-tahun. Sehingga ia merasa heran atas hasilnya belajar bahasa Indonesia dalam waktu kurang dari satu tahun.

Halaman:

Editor: Ahmad Sayuti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X