• Senin, 24 Januari 2022

Hari Disabilitas Internasional, Ini Harapan Kepala SLBN Cicendo Bandung

- Jumat, 3 Desember 2021 | 16:51 WIB
Kepala SLBN Cicendo Kota Bandung Wawan mengatakan, pada Hari Disabilitas Internasional tahun ini diharapkan kesetaraan penyandang disabilitas untuk mendapatkan lingkungan yang inklusif terpenuhi. (Okky Adiana)
Kepala SLBN Cicendo Kota Bandung Wawan mengatakan, pada Hari Disabilitas Internasional tahun ini diharapkan kesetaraan penyandang disabilitas untuk mendapatkan lingkungan yang inklusif terpenuhi. (Okky Adiana)

 

INILAHKORAN, Bandung - Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap 3 Desember. Pimpinan SLBN Cicendo Bandung mengutarakan harapannya.

Kepala SLBN Cicendo Kota Bandung Wawan mengatakan, pada Hari Disabilitas Internasional tahun ini diharapkan kesetaraan penyandang disabilitas untuk mendapatkan lingkungan yang inklusif terpenuhi. Sebagai warga negara, dia mengharapkan Indonesia ramah terhadap disabilitas dalam mewujudkan upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas berdasarkan kesamaan hak sebagai warga negara.

"Harapannya, kesetaraan itu tak hanya berlaku pada Hari Disabilitas Internasional saja. Sehingga, penyandang disabilitas dapat menikmati hasil pembangunan kemudian berkontribusi dalam pembangunan. Ke depannya, mereka bisa menjadi insan mandiri sebagai individu dan sebagai warga negara yang berkontribusi untuk negara," kata Wawan saat ditemui di SLBN Cicendo Bandung.

Baca Juga: Berharap SLBN Cicendo Tempat Terbaik Berkembang Guru Keren

Dalam konteks memberikan pengkhidmatan kepada pelajar disabilitas, dia menjelaskan SLBN Cicendo terus mendorong pada proses sekolah yang inklusif dan ramah terhadap pembelajaran. Indikator yang muncul, sekolah menciptakan ruang belajar dan akses ke setiap sekolah bagi penyandang disabiltitas. Termasuk menyiapkan sarana belajar muali dari kelas hingga ruang belajar yang lebih aksesibel bagi penyandang disabilitas.

"Kita membuat dan mendesain pemodelan kelas yang inklusif dan aksesibel bagi penyandang disabilitas, khususnya tunarungu wicara yang ada di sekolah kami," ucapnya.

Baca Juga: SLBN Cicendo Kota Bandung jadi Salah Satu Penggerak Merdeka Belajar

Dia menambahkan, proses aksesibilitas ini tidak saja dalam konteks saran dan prasana saja, akan tetapi terkait dengan kurikulum yang diberikan, termasuk bagaimana guru-guru memberikan layanan yang ramah terhadap peserta didik.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X