Waduh, Tersangka Kartu Prakerja Fiktif Berhasil Bobol Ratusan Akun Kependudukan

Ditreskrimsus Polda Jabar, menangkap empat orang yang melakukan tindak pidana pembuat kartu Prakerja fiktif.

Waduh, Tersangka Kartu Prakerja Fiktif Berhasil Bobol Ratusan Akun Kependudukan
ilustrasi kartu prakerja


INILAHKORAN, Bandung - Ditreskrimsus Polda Jabar, menangkap empat orang yang melakukan tindak pidana pembuat kartu Prakerja fiktif. Aksi kejahatan mereka ini, berhasil mencairkan miliyaran rupiah, dari pencairan kartu Prakerja tersebut.

Komplotan ini telah melakukan pembuatan kartu Prakerja fiktif sejak 2019 lalu. Dari tahun tersebut sampai dengan saat ini, mereka telah bobol sebanyak 500 akun kependudukan.

Sejak beroperasi sampai dengan sekarang, hasil pemeriksaan penyidik kepolisian, komplotan kartu prakerja fiktif berhasil meraup untung belasan miliyar rupiah. Setiap bulannya mereka mendapat penghasilan Rp 500.000.000 perbulan. Total keuntungan mereka sejumlah 18 miliyar.

Baca Juga: Kartu Prakerja Fiktif Cairkan Miliyaran Rupiah

Modusnya, komplotan ini menggunakan data kependudukan yang   didapat dari grup telegram, yang kemudian, data tersebut didaftarkan kartu Prakerja. Lalu data kependudukan itu diregister dengan data hasil hacking ke Dukcapil. 

Setelah itu, data kependudukan tersebut didaftarkan ke website prakerja www.dashboard.prakerja.go.id. setelah dana kartu Prakerja cair, mereka mengalihkan dana tersebut ke beberapa dompet digital dan rekening bank.

Diberitakan sebelumnya, empat komplotan pelaku pembuat kartu Prakerja fiktif, dibekuk Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Jabar, di salah satu hotel di Kota Bandung.

Baca Juga: Kartu Prakerja Fiktif Cairkan Miliyaran Rupiah

Pelaku diantaranya berinisial AP, AR, RW dan WG. Mereka ditangkap pada Senin (29/12/2021). Penangkapan ini, berawal adanya dugaan penyalahgunaan akses ilegal terhadap data base kependudukan yang digunakan untuk membuat kartu prakerja fiktif yang merupakan program pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Kita amankan empat orang yang diduga melakukan penyalahgunaan akses ilegal terhadap data base kependudukan yang digunakan untuk membuat kartu prakerja fiktif," kata Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Arif Rachman, saat dihubungi via ponselnya, Sabtu (4/12/2021). (Caesar Yudisthira)***


Editor : inilahkoran