• Sabtu, 22 Januari 2022

Disdik KBB Pantau Kegiatan Siswa Setelah Narkoba Incar Pelajar

- Senin, 6 Desember 2021 | 17:16 WIB
dua orang siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang terlibat penyalahgunaan narkoba berjenis hexymer di Kabupaten Bandung Barat (Agus Satia Negara)
dua orang siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang terlibat penyalahgunaan narkoba berjenis hexymer di Kabupaten Bandung Barat (Agus Satia Negara)

INILAHKORAN-Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (Disdik KBB) meminta seluruh sekolah untuk selalu pantau kegiatan siswa di luar sekolah.

Hal tersebut dilakukan  menyusul adanya dua orang siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang terlibat penyalahgunaan narkoba berjenis hexymer.

Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik KBB, Rustiyana mengatakan, saat ini di KBB tengah melaksanakan pelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang secara otomatis aktivitas para siswa lebih banyak dilakukan di luar sekolah.

Baca Juga: Pelajar SMP di Padalarang Tepapar Penyalahgunaan Narkoba, Disdik KBB Sebut Belum Terima Laporan

"Kami minta seluruh sekolah untuk bisa memantau aktivitas para siswa tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya saat dihubungi, Senin 5 Desember 2021.

Terkait dengan langkah antisipasi penyalahgunaan narkoba, jelas dia, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti Kejaksaan dan BNNK Bandung Barat untuk menyosialisasikan bahaya narkoba.

"Harapan kita sosialisasi tersebut tidak dilakukan sebagian, namun harus menyeluruh agar para siswa dapat memahami bahaya narkoba." jelasnya.

Baca Juga: Lewat Supervisi, Disdik KBB Pastikan Tidak ada Klaster Baru di Tengah Pelaksanaan PTM Terbatas

Ia mengaku, pihaknya belum memberikan treatment khusus bagi siswa yang terpapar penyalahgunaan narkoba.

"Sejauh ini treatment terkait masalah narkoba ini masih dilakukan secara umum," ujarnya.

Kendati demikian, lanjut dia, jika ada siswa yang menjadi korban narkoba diharapkan agar sekolah mampu memberikan pembinaan dan memberikan toleransi guna menjaga kesehatan mentalnya.

Baca Juga: Beredar di Media Sosial Foto Randy Bagus Hari Sasongko Dalam Tahanan, Netizen : Itu Borgolnya Pake Sedotan

"Jadi selama masih bisa ditolelir dan masih bisa diperbaiki, jangan sampai pihak sekolah mengucilkan atau mengeluarkan siswa tersebut," ucapnya.

Menurutnya, yang dikhawatirkan jika sampai tidak dibina atau dikeluarkan, siswa tersebut lebih nekat dari pengguna menjadi pengedar.

"Peran keluarga dan sekolah di sini sangat penting. Tapi dillihat juga sejauhmana siswa itu terlibat, karena kalau ranahnya sudah ke pengedar itu menjadi urusan pihak berwenang," tuturnya.

Baca Juga: Hacker Samarinda Diringkus Polda Jabar di Bandung Bobol Kartu Prakerja, Tiap Bulan Kantongi Rp500 Juta

Kemudian, tambah dia, pihak sekolah harus menjaga kerahasiaan kasus anak tersebut agar tidak menjadi stigma negatif terhadap siswa itu sendiri.

"Sekolah harus proaktif, agar siswa yang terlibat penyalahgunaan betul-betul bisa berubah menjadi lebih baik," tandasnya. (agus satia negara) ***

 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polrestabes Bandung Gencarkan Penyemprotan Anti DBD

Sabtu, 22 Januari 2022 | 18:49 WIB

Dinsos Kota Bandung Akui Sulit Vaksinasi Anjal

Sabtu, 22 Januari 2022 | 13:47 WIB

Warga Lembang Dihebohkan Dengan Penemuan Mortir

Jumat, 21 Januari 2022 | 21:50 WIB
X