• Minggu, 29 Mei 2022

Revitalisasi Alun-Alun Bandung Rampung, Rencana Minggu Ini Diresmikan

- Senin, 6 Desember 2021 | 18:00 WIB
ekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna saat meninjau Kawasan Alun-alun Kota Bandung bersama perangkat daerah terkait dan Kewilayahan, Senin 6 Desember 2021. (Yogo Triastopo)
ekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna saat meninjau Kawasan Alun-alun Kota Bandung bersama perangkat daerah terkait dan Kewilayahan, Senin 6 Desember 2021. (Yogo Triastopo)
INILAHKORAN- Revitalisasi Alun-alun Kota Bandung termasuk beberapa lokasi lainnya telah selesai. Rencananya, kawasan Alun-alun bakal diresmikan pada Rabu 8 Desember 2021 mendatang.
 
Sekretais Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan bukan hanya revitalisasi Alun-alun Kota Bandung, tapi sekaligus dengan kawasan Viaduct, Babakan Siliwangi, patung sepak bola di Jalan Tamblong.
 
Revitalisasi Alun-alun Kota Bandung, lanjut Ema, merupakan salah satu kesatuan, termasuk revitalisasi Dago Cikapayang. 
 
 
"Meski pun temanya lebih ke kawasan Alun-Alun, termasuk pemasangan lampu di Jalan Soekarno yang terlihat bagus saat malam hari," kata Ema saat meninjau Kawasan Alun-alun Kota Bandung bersama perangkat daerah terkait dan Kewilayahan, Senin 6 Desember 2021.
 
Menurutnya, tujuan revitalisasi adalah menjadikan Kota Bandung ini lebih indah dan lebih nyaman. 
 
"Sehingga orang-orang semakin bangga dengan kota ini. Orang semakin berkeinginan kuat untuk hadir di sini. Kalau mereka sudah hadir, aktivitas ekonomi akan kembali bangkit," ucapnya.
 
 
Dia mengungkapkan, ada sejumlah fasilitas baru di kawasan Alun-alun. Jalan Dalemkaum juga semakin asri dan indah sehingga warga nyaman berjalan di sana.
 
"Nanti pohonnya mudah-mudahan dalam waktu secepatnya lebih rindang, termasuk juga di jalan Kepatihan. Taman Laskar Wanita dengan patung Pelajar Pejuang yang ada di Viaduct itu yang juga bagian yang direvitalisasi," ujar dia. 
 
Ema mengatakan, dana revitalisasi kawasan Alun-Alun ini merupakan campuran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan sumbangan pihak ketiga.
 
 
"Seperti Patung Pelajar Pejuang itu sumbangan pihak ketiga. Tapi Laskar Wanita itu APBD yang ada di DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) DPKP3 (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung)," jelasnya. 
 
Terkait pedagang kaki lima (PKL), dirinya menegaskan dengan alasan apapun sudah tidak boleh ada. Karena Pemkot Bandung sudah menyediakan basemen Alun-alun untuk para PKL.
 
"Jadi saya mohon semua kesadaran rekan-rekan orang yang ada di sektor informal, street vendors, PKL ini bisa menyadari bahwa ini bukan ruang untuk mereka. Mereka sudah diberikan tempat yang mudah-mudahan menurut kami itu representatif," ujar dia. 
 
 
Untuk itu Ema meminta, setelah revitalisasi, kawasan Alun-alun harus terus terjaga keindahan dan keasriannya. Pihaknya pub meminta Satpol PP dan unsur kewilayahan berkolaborasi untuk menempatkan petugas khusus untuk memastikan hal tersebut.
 
"Pasti ada petugas, kita tempatkan. Jadi mereka lebih dulu hadir mengantisipasi dan tidak boleh ada masyarakat-masyarakat dengan alasan apapun melakukan aktivitas di luar dari konsep penataan ini," tandasnya. (Yogo Triastopo)*** 
 
 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FKP2B Gelar Halal Bi Halal, Ini Kata Presidium

Sabtu, 28 Mei 2022 | 13:33 WIB

Segera Potong Kabel Ilegal di Kota Bandung

Jumat, 27 Mei 2022 | 20:40 WIB
X